8 Bulan Tak Digaji, Dosen Honorer Layangkan Surat Terbuka Kepada Rektor Unpatti

0
180
Kreisson Pisty Larwuy ,ST.,MT salah satu dosen honorer di di fakultas teknik khususnya yaitu Teknik Perancangan Wilayah dan Kota Ambon, melayangkan surat terbukanya ke Rektor Unpatti Ambon

TABAOS.ID,- Tak hanya guru honorer yang mengalami nasib nahas dengan pembayaran gaji di Negeri ini, kali ini nasib yang sama juga dialami tenaga pengajar di kalanagan perguruan tinggi. Kondisi memprihantinkan ini terjadi pada salah satu dosen honorer di Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon.

Dan pada tanggal 8 september kemarin  para netizen dihebohkan dengan surat terbuka yang dilayangkan salah satu dosen honorer Teknik Unpatti Ambon. Surat terbuka ini dilayangkan kepada  Rektor Unpatti atas nasib yang dialami dirinya karena tidak menerima upah honorer selama delapan bulan.

Dosen dengan bernama lengkap Kreisson Pisty Larwuy ,ST.,MT ini merupakan salah satu dosen yang mengajar di fakultas teknik khususnya yaitu Teknik Perancangan Wilayah dan Kota Ambon.

Dalam surat terbukanya, dosen honorer ini meminta agar haknya bisa diberikan oleh pihak Rektorat, dalam hal ini Rector Unpatti Prof. Dr. Marthinus J. Saptenno, SH., M.Hum.
Dosen Honorer Unpatti ini, meminta hak selama 8 bulan bisa dibayar oleh pihak Rektorat Unpatti.

“Saya Kreisson Pisty Larwuy ,ST.,MT merupakan salah satu dosen yang mengajar di fakultas teknik khususnya yaitu Teknik Perancangan Wilayah dan Kota. saya telah mengajar selama kurang lebih 2 Tahun. dan selama 8 bulan terakhir kewajiban kami belum di bayarkan oleh pihak kampus,” Kata Larwuy dalam surat terbukanya itu.

Larwuy juga menulis bahwa selama ini mereka hanya dibayar sebagai dosen honorer 500 ribu rupiah per bulannya.

“Kami sebagai Dosen Honor hanya 50 ribu per bulan dan dibayarkan setiap 6 bulan sekali sebesar 3 juta Rupiah / Semester,”Ungkap Dosen Honorer Teknik itu.

Larwuy juga mempertanyakan Kampus yang terbesar di Maluku ini tidak memiliki dana untuk membayar gaji honorer dirinya dan beberapa rekan dosen lainnya di Unpatti.

Baca Juga  KontraS Merilis Ada 17 Purnawirawan Terlibat Pelanggaran HAM di Masa Lalu, Siapakah Mereka ?

“Satu Hal yang menjadi pertanyaan saya Apakah Unpatti kampus terbesar di provinsi ini tidak memiliki dana ?, sedangkan faktanya jumlah mahasiswa PWK kurang lebih 500 orang dengan SPP sebesar 3 sampai 3.5 juta per semester. apakah dengan pendapatan sebesar itu masih belum cukup untuk membayarkan gaji kami ?,” Ungkap Larwuy.

Atas surat yang dilayangkan Larwuy meminta pihak rektorat memberikan penjelasan dan meminta hak mereka yang selama 8 bulan ini tidak diberikan

“Kami tidak menuntut banyak hanya saja kami meminta kejelasan dan meminta agar hak kami diberikan, karena kami telah melaksanakan kewajiban kami,”Pinta Dia. (T05)

Surat terbuka  yang dilayangkan Kreisson Pisty Larwuy ,ST.,MT kepada Rektor Universitas Patimura Ambon .Prof. Dr. Marthinus J. Saptenno, SH., M.Hum di media sosial.

Ambon, 8 September 2019

Kpd Yth. Rektor Universitas Patimura Ambon
Bpk.Prof. Dr. Marthinus J. Saptenno, SH., M.Hum
di
Tempat

Dengan Hormat,


Saya Kreisson Pisty Larwuy ,ST.,MT merupakan salah satu dosen yang mengajar di fakultas teknik khususnya yaitu Teknik Perancangan Wilayah dan Kota. saya telah mengajar selama kurang lebih 2 Tahun. dan selama 8 bulan terakhir kewajiban kami belum di bayarkan oleh pihak kampus.


Kami sebagai Dosen Honor hanya 500rb/bulan dan dibayarkan setiap 6 bulan sekali sebesar 3 juta Rupiah / Semester.


Satu Hal yang menjadi pertanyaan saya Apakah Unpatti kampus terbesar di provinsi ini tidak memiliki dana ?, sedangkan faktanya jumlah mahasiswa PWK kurang lebih 500 orang dengan SPP sebesar 3 sampai 3.5 juta per semester. apakah dengan pendapatan sebesar itu masih belum cukup untuk membayarkan gaji kami ?


Kami tidak menuntut banyak hanya saja kami meminta kejelasan dan meminta agar hak kami diberikan, karena kami telah melaksanakan kewajiban kami. Terima kasih.

Hormat Saya.

Kreisson Pisty Larwuy, ST.,MT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here