AHY dan Masa Depan Bangsa Indonesia

0
1814

Oleh: Abdul Motalib Angkotasan

Masa depan manusia terkonstruksi oleh pemikiran dan perencanaannya sendiri. Kecerdasan kognitif menjadi bukti kekuatan pikiran membangun transformasi kehidupan manusia. Transformasi tersebut akan terjadi melalui sebuah perencanaan dan visi masa depan yang terbangun dalam alam imaji sebagai sebuah inspriasi menuju masa depan. Peradaban manusia mengalami perubahan yang signifikan dari satu fase menuju fase yang lain karena kekuatan kecerdasan kognitif yang membangun narasi-narasi kritis, melahirkan gagasan masa depan sebuah imperium negara bangsa.

Bangsa Indonesia hari ini di usianya yang menuju 100 Tahun Kemerdekaan, mengalami pasang surut kehidupan. Banyak tokoh yang hadir silih berganti sebagai bukti regenerasi dan evolusi peradaban manusia itu terjadi. Hari ini dan nanti menuju 100 tahun kemerdekaan, bangsa ini akan diuji. Apakah masih ada di peta dunia atau telah menjadi negara gagal dan runtuh? Ataukah bergerak maju mendominasi peradaban manusia dan menjadi pemain utama di percaturan kehidupan negara bangsa di dunia?. Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh kaum muda sebagai pewaris masa depan negara bangsa. Jawabannya sangat ditentukan oleh arus utama kekuatan politik bangsa, karena politik masih menjadi penentu perjalanan bangsa.

Kekuatan politik tersebut terlihat dari kepemimpinan pada partai politik yang merupakan satu satunya institusi formal dalam kontestasi politik. Menariknya, diantara pimpinan partai politik di Indonesia hari ini, terdapat salah satu tokoh muda yang memimpin parta politik yakni Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025.

Jika tidak berlebihan, dapat dikatakan bahwa AHY menjadi salah satu tokoh muda yang dapat menginspirasi pergerakan kaum muda dan massa rakyat menuju pencapaian mimpi besar berdirinya negara bangsa Indonesia yakni : Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Artinya bahwa AHY dan masa depan Indonesia ibarat panah dan busurnya, dimana AHY adalah pemegang busur dan masa depan Indonesia adalah panahnya. Seberapa jauh pergerakan panah dan seberapa akurat sasaran yang dituju tergantung dari pemegang busur memposisikan anak panah tersebut pada busurnya. Sebagai pemegang busur, AHY hari ini telah menentukan sasaran dari anak panahnya yakni “Harapan Masyarakat, Perjuangan Demokrat”.

Baca Juga  Benang Kusut Pembangunan Maluku

AHY adalah sosok yang secara figuritas dari rekam jejaknya menunjukan fakta empirik bahwa di dalam dirinya telah tumbuh berkembang jiwa kepemimpinan, jiwa kepemimpinan ini tersemai dalam ruang keluarga dan pendidikan formal yang diikuti. Berasal dari keluarga perwira yang sudah pasti di-didik dengan kedisiplinan sejak kecil, mendapatkan pembelajaran langsung dari sosok ayah seorang perwira TNI dengan seorang Ibu yang merupakan anak Jenderal TNI. Dengan demikian maka karakter dan visi masa depan negara bangsa menjadi prioritas utama, nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air telah menjadi nilai luhur yang terpatri dalam sanubarinya. Jenjang pendidikan formal menjadi variabel utama dalam mengkonstruksi cara pandang, kemampuan naratif, kemampuan analitik dan kemampuan membangun visi masa depan.

Secara bijak kita harus jujur mengakui bahwa ada empat hal yang dimiliki AHY sebagai tokoh muda yang dapat menginspirasi dan menjadi harapan masa depan Bangsa Indonesia menuju 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia. Pertama, memiliki kecerdasan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan formal dan informal. Kedua, memiliki narasi kritis dan konstruktif. Ketiga, memiliki empati kemanusiaan yang tinggi. Keempat, memiliki visi masa depan yang menjadikannya sebagai sosok pemimpin yang futuristik.

Memiliki Kecerdasan Intelektual

Kemampuan nalar yang logik sebagai dasar bertindak dan mengambil keputusan merupakan ekspresi kecerdasan personal. Kecerdasan ini dapat diperoleh dari pendidikan formal maupun informal berupa pengalaman. AHY dalam rekam jejak pendidikannya, telah menempuh berbagai jenjang pendidikan. Tahun 2000 lulus dari Akademi Militer dengan predikat sebagai lulusan terbaik yang memperoleh penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Bintang Adimakayasa. Lulusan Universitas Harvard bidang administrasi publik dan lulusan Master of Science in Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University. Pendidikan informal diperoleh dari berbagai pelatihan kemiliteran, menjadi pembicara di panggung nasional dan internasional serta diperoleh dari berbagai aksi sosial berupa program pemberdayaan masyarakat. Membuktikan dirinya juga dalam berbagai bidang tugas kemiliteran termasuk menjadi komandan pasukan perdamaian PBB di Libanon tahun 2006.

Baca Juga  Sumpah Pemuda Generasi Milenial

Memilik Narasi Kritis

Sejak dipercaya oleh para pimpinan Partai Demokrat dari Sabang sampai Merauke sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025. AHY menunjukan ketajaman nalarnya dengan menulis berbagai narasi yang dimuat di berbagai media. Menulis opini dengan judul “Spirit Ramadhan Melawan Pandemi” yangditerbitkan pada harian Republika tanggal 2 Mei 2020. Ada juga opini yang ditulis pada harian Jawa Pos tanggal 2 Mei 2020 dengan judul Galang Solidaritas Lawan Covid-19. Mempublikasi tulisan dengan judul “Memperjuangkan Nasib Buruh di tengah Pandemi” yang diterbitkan pada harian rakyat merdeka tanggal 4 Mei 2020, dalam tulisan ini terdapat pernyataan kritis dan komitmen masa depan yang disampaikan dengan apik yakni “Negara harus hadir” dan ”Tuan Rumah Di Negeri Sendiri”. Selain itu, dapat ditemukan berbagai bentuk narasi kritis yang disampaikan melalui media sosial baik dalam bentuk tulisan pendek maupun pernyataan melalui media audio visual pada youtube, facebook dan instagram.

Memiliki Empati Kemanusiaan

Rekam jejak empati kemanusiaan yang telah dilakukan dapat dilihat dari berbagai pergerakan yang telah dilakukan. Membentuk AHY Foundation sebagai institusi yang bergerak dibidang pemberdayaan masyarakt, membantu masyarakat miskin dan membantu masyarakat ketika terjadi bencana diberbagai daerah. Ketika dunia termasuk Bangsa Indonesia dilanda Pandemi Covid-19 yang masih dirasakan sampai saat ini. AHY selaku ketua umum partai demokrat mengeluarkan surat keputusan yang menginstruksikan kepada seluruh jajaran Partai Demokrat dari pusat sampai daerah untuk bergerak membantu masyarakat, mulai dari membagi-bagi masker, membantu Alat Pelindung diri (APD) kepada tim medis sampai membagi-bagi kebutuhan sembilan bahan pokok (SEMBAKO) kepada masyarakat. Semua ini dilakukan sebagai wujud empati seorang pemimpin kepada rakyatnya.

Memiliki Visi Masa Depan

Gagasan masa depan terlihat pada berbagai narasi yang disampaikan kepada media baik cetak maupun elektronik, baik dalam kampanye maupun dalam ruang-ruang perkaderan internal partai demokrat. Cerminan visi masa depan telah diletakan pada tagline yang dipilih oleh AHY dan kepengurusan partai demokrat periode 2020-2025 yakni “Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat”. Sebuah ekspektasi masa depan dan komitmen perjuangan yang begitu kuat demi masa depan bangsa Indonesia. Harapan rakyat dapat diterjemahkan sebagai cita-cita rakyat dulu, kini dan nanti yakni kemandirian, kesejahteraan dan kemakmuran. Rakyat berharap adanya kemandirian pangan, kemandirian energi, kemandirian ekonomi tanpa intervensi sebagai perwujudan gerakan anak bangsa untuk menjadikan bangsanya berdiri di atas kaki sendiri.

Baca Juga  Sumpah Pemuda, Antara Fakta dan Rekayasa

Seorang futuristik memiliki kemampuan nalar dan rasa dalam mengamati rekam jejak masa lalu, merasakan realitas kekinian dan mampu memproyeksi kondisi masa depan atas preferensi masa lalu dan realitas saat ini. AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang hadir dengan gagasan masa depan. Gagasan ini bukan sekadar imajinasi tapi dibuktikan dengan aksi nyata. Aksi-aksi nyata yang telah dilakukan yakni pertama memperjuangkan kedaulatan negara bangsa. Ketika berkarir di Militer, menjadi komandan Bataliyon Infanteri mekanis 203, telah membuktikan hal tersebut. Secara institusional TNI merupakan garda terdepan pengawal dan penjaga kedaulatan negara bangsa. Kedua, membangun kesejahteraan negara bangsa. Hal ini dibuktikan melalui berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat baik melalui Yudhoyono Institute maupun melalui AHY Foundation. Ketiga, merumuskan kemandirian negara bangsa. Ini dapat dibuktikan dengan gagasan-gasan dalam berbagai pernyataan dan tulisan di media. Selain itu terlihat dengan jelas pada sikap politik Partai Demokrat yang mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah saat ini, mengawal berbagai proses regulasi yang diusulkan oleh pemerintah mulai dari Omnibus Law, Program kartu pra kerja dan lain sebagainya.

Bangsa yang kuat adalah bangsa yang berdaulat, mandiri dan sejahtera. Kekuatan suatu bangsa terletak pada para pemimpinnya untuk mewujudkan kemandirian, kedaulatan dan kesejahteraan negara bangsa. AHY merupakan anak kandung negara bangsa Indonesia, di pundaknya beban masa depan tersemat, di dadanya kemajuan bangsa bergelora menjadi spirit menuju pencapain cita cita luhur bangsa Indonesia. Yakinlah bahwa matahari itu akan tetap bersinar meski bumi diselimuti awan hitam. Matahari akan selalu membuat manusia tersenyum ketika kecerahan telah tiba dan awan hitam telah berlalu ditelan sang waktu.

Penulis adalah Direktur Borero Institute – Maluku Utara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here