Bangun Jembatan Waisaiya, Pihak Ke 3 Diduga Gunakan Tiang Pancang Bekas

0
535

TABAOS.ID,- Diduga pihak kontraktor yang menangani pekerjaan pembangunan jembatan Waisaiya II gunakan tiang pancang bekas.Sesuai data tender proyek yang dikantongi, pekerjaan jembatan di Kecamatan Teluti Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dianggarkan untuk pembangunan dua jembatan, yakni jembatan Waiipe dan jembatan Waisaiya dengan pagu anggaran mencapai puluhan miliar.

Pada pekerjaan pembangunan jembatan Waisaiya, diduga bahan tiang pancang merupakan bahan bekas yang didatangkan dari Kota Amboon, smentara untuk proyek pembangunan jembatan Waiipe tiang pancangnya didatangkan dari Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Diketahui, pada proyek fisik ini, didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 dengan pelaksana Balai Pelaksana Jalan Provinsi Maluku, dan kontraktor pelaksana adalah PT WHO dengan Direktur utamanya berinisial AMK.

Sayangnya, Kontraktor dan Supplier dengan direktur utamanya AMK belum dapat dimintai keterangan terkait dengan dugaan menggunakan tiang pancang bekas pada proyek Waisaiya ini.

Salah satu pekerja teknis yang berhasil dikonfirmasi dan meminta namanya dirahasiakan kepada media ini via pesan Whatshapp belum lama ini menjelaskan, ada perbedaan pada pekerjaan dua proyek yang diramu dalam satu dokumen tender proyek ini, dimana khusus penggunan tiang pancang pada pekerjaan proyek jembatan Waisaiya , pihak kontraktor diduga menggunakan tiang pancang bekas yang sengaja didatangkan dari Kota Ambon, lain dengan pekerjaan proyek Waiipe dimana bahan tiang pancang dari bahan logam ini didatangkan dari Surabaya.

“Diduga ada ketidak adilan dalam penggunaan material tiang pancang, dimana untuk proyek pembangunan jembatan Waisaiya menggunakan tiang pancang bekas yang berasal dari Kota Ambon, bukan dari luar kota Ambon seperti pada proyek pembangunan tiang pancang berbahan logam dari Kota Surabaya.”ucap sumber.

Terkait hal ini, Direktur Utama, PT WHO belum dapat dimintai keterangan terkait dengan pekerjaan proyek pembangunan jembatan Waisaiya di Kabupaten Malteng tersebut, dan kuat dugaan juga terkait penggunaan anggaran pada proyek bertuan milik Kementrian Pekerjaan Umum dan di Kelolah Balai Jalan Nasional, sebab tidak ada papan proyek pada pekerjaan dua jembatan tersebut.

 

 (T-12)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here