BKSDA Maluku Gagalkan Penyelundupan Burung Endemik Maluku

0
196
Petugas BBKSDA Maluku bersama Polsek Elpaputih, Maluku tengah menyita puluhan ekor burung endemik Maluku Kamis (4/4/2019) Kemarin. Foto : BKSDA Maluku

TABAOS.ID,- Tim gabungan dari  Polisi Kehutanan (Polhut) Seksi Konservasi Wilayah II (SKW) BBKSDA Maluku bersama Polsek Elpaputih, Maluku tengah  menyita puluhan ekor burung endemik Maluku, Kamis (4/4/2019) kemarin.

Penyitaan puluhan burung tersebut setelah petugas mengadakan patroli fungsional pengamanan kawasan dan peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL). Kegiatan patroli  tersebut langsung dipimpin  Kepala Seksi Wilayah II, Meity Pattipawaej.

Dalam kegiatan tersebut,  petugas telah berhasil menggagalkan peredaran burung ilegal dengan menyita berbagai jenis burung  endemik Maluku yang dilindungi undang-undang.  Penyitaan burung tersebut dilakukan di Desa Samasuru, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II (SKW) BBKSDA Maluku, Meity Pattipawaej mengatakan penyitaan burung endemik tersebut setelah informasi dari masyarakat akan diperdagangkan.

“kami menerima informasi pada akhir bulan Maret 2019 lalu bahwa ada indikasi adanya penangkapan dan penampungan, serta pengangkutan berbagai jenis burung yang dilindungi di Desa Samasuru Kecamatan Elpaputih yang akan diperdagangkan secara illegal,”Jelasnya

Bermula dari informasi tersebut lanjut Meity, petugas BKSDA Maluku melakukan investigasi untuk mengumpulkan bukti-bukti dan mencari pelaku nya.  

“Berdasarkan hasil investigasi tersebut, diperoleh informasi bahwa burung-burung tersebut dikumpulkan oleh pelaku dari beberapa desa yaitu desa Simau, desa Nakupia, desa Wae Putih dan desa Liang.Dari informasi yang diperoleh bahwa burung-burung tersebut ditampung di rumah pelaku di desa Samarusu,”Tukas Dia

Meity menambahkan, berdasarkan hasil investigasi tersebut,  maka petugas BKSDA Maluku dibantu petugas Polsek Elpaputih langsung melakukan patroli ke desa Samarusu yang menjadi target sasaran.

“Hari Kamis sekira pukul 15.30 WIT, petugas berhasil mengamankan dan menyita berbagai jenis burung yang dilindungi di rumah sdr Ronald Rumarisa. Barang bukti yang disita yaitu burung Kesturi Tengkuk Ungu (Lorius domicella) 1 ekor, Kakatua Seram ( Cacatua molucensis) 6 ekor, Betet Kelapa Paruh Tebal (Tanygnathus megaloryynchos) 12 ekor, Perkici pelangi (Trichoglossus moluccanus) 11 ekor, Nuri Maluku (Eos bornea) 43 ekor, Kakatua koki (Cacatua galerita) 1 ekor,”Ungkap Meity.

Baca Juga  Ironi Adipura, Pengelolaan Sampah Kota Ambon Amburadul

Saat ini barang bukti dititipkan di Kantor Seksi Wilayah II di Masohi dan akan direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Masihulan sebelum dilepasliarkan ke habitatnya sambil menunggu arahan atau petunjuk penyidik. 

Selain menyita barang bukti burung, petugas juga menahan Ronald Rumarisa (37), pelaku  penyelundupan burung. Dirinya langsung ditahan di Polsek Elpaputih, Maluku Tengah.

Perbuatan tersangka telah melanggar ketentuan Pasal 21 ayat (2) huruf a UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman  hukuman 5 tahun penjara dan denda seratus juta rupiah.

Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Amin Ahmadi kepada tabaos.id mengatakan berbagai jenis burung tersebut dikumpulkan dari para pemburu burung di desa-desa yang sudah dipesan oleh pelaku dan akan diperdagangkan ilegal kepada pemesan di luar Maluku terutama pemesan di Pulau Jawa dgn menggunakan kapal. 

Harga per ekor burung yang dijual pelaku menurut Amin bervariasi, anatar lain Kakatua Seram dibeli seharga Rp.  500.000 – 800.000 dan dijual per ekor Rp. 1.000.000 – 1.200.000,  Perkici pelangi dan Nuri Maluku per ekor beli Rp. 75.000 dijual Rp.  200.000, Betet Kelapa per ekor Rp. 100.000 dan dijual Rp.  200.000,-. 

“Jalur pengangkutan burung yang digunakan pelaku dari Desa Samasuru melalui penyeberangan speed boat ke Desa Kamariang  terus ke Desa Waai dan akhirnya menuju Kota Ambon. Selain itu ada juga jalur lain yaitu melalui penyeberangan Fery di pelabuhan Waipirit ke Liang dan langsung menuju Kota Ambon,”Papanya. (T05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here