Catatan Tanpa Judul, Biarlah Judul Ditentukan Oleh Rakyat Maluku

0
15140

Mari bersama katong perjuangkan apa yang seharusnya menjadi hak. Hilangkan semua perbedaan, berpikirlah dengan melihat kondisi kekinian Maluku yang selalu “dirampok dengan cara cara yang legal”

Oleh : Fadhly Achmad Tuhulele, SE

TABAOS.ID,- Generasi muda Maluku hari ini adalah generasi generasi terbaik bangsa, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi kita semua untuk mulai memperjuangkan hak kita, menunjukan jati diri kita sebagai bangsa yang bermartabat dengan cara cara yang legal. Menyuarakan apa yang selama ini kita pendam bersama.

Jika boleh berpendapat, ada beberapa hal yang membuat semuanya dipendam rakyat Maluku. Adalah sebagai berikut :

Rasa Takut

Rasa takut ini ada merupakan akibat dari stigmatisasi “Separatis” yang selalu di berikan pemerintah pusat terhadap kita rakyat Maluku,  sehingga muncul phobia publik Maluku, sampai pada kaum muda yang semestinya tidak phobia dengan skenario ini, sebab yang di anggap sebuah kebenaran layak dan wajib untuk disuarakan.

Ini yang harus katong pahami bersama, bahwa katong didiamkan dengan cara cara tipu muslihat. Menyuarakan kebenaran terlebih persoalan keadilan adalah hak setiap warga negara yang merasa haknya tidak terpenuhi secara baik setelah kewajibannya dijalankan dengan taat.

Maluku merupakan daerah yang terlalu patuh dalam menjalankan kewajiban terhadap negara, sehingga kepatuhan itu menjadi sebuah kepatuhan yang kebablasan.

Bisa kita lihat, dari sektor perikanan, Maluku menjadi 4 dari daerah penyumbang pendapatan terbesar bagi negara, namun setelah menjalankan kewajiban itu, hak Maluku sama sekali tidak diperhitungkan, bisa dilihat saat indikator luas lautan tidak dipakai sebagai indikator dalam perhitungan Pembagaian Dana Alokasi umum (DAU) dalam APBN.

Ini merupakan kedzhaliman dan perampasan negara secara nyata dan masif di lakukan terhadapa Maluku. Apakah selamanya katong anak Maluku harus diam sajakah? faktor berikut:

Rasa Nyaman

Faktor nyaman ini adalah hal yang tidak didasari kesadaran bahwa kenyamanan yang dirasa merupakan kenyamanan semu (camuflase) yang diberikan pada kita semua, sebab apa yang kita dapat tidak berbanding lurus dengan apa yang dirampas dari kita untuk kemajuan, kenyamanan daerah lain, dan daerah Maluku tercinta ini dibiarkan terpuruk, miskin dan terhina.

Baca Juga  Hidup Orang Basudara Abadi, Catatan Generasi Damai Maluku

Ini merupakan system yang terstruktur dengan rapi untuk membuat Maluku tetap terpuruk dan semakin terpuruk. Sehingga dengan kenyamanan semu melalui program Maupun event Nasional / Internasional yang dihadirkan membuat orang Maluku terlena sehingga sebagian besar dari kita tidak sadar bahwa kita sedang dibodohi dengan sesuatu yang bersifat sementara, yang mana semua itu merupakan politik permen karet pemerintah pusat terhadap kita orang maluku, kenapa?

Sebab semuanya tidak memiliki dampak positif bagi Maluku terutama persoalan peningkatan taraf hidup masyrakat, yang mana tidak mampu mensejahterakan rakyat Maluku.

Bagaimana bisa dibilang itu adalah bentuk perhatian negara terhadap Maluku, sedangkan ada terjadi bencana bencana kelaparan di beberapa kabupaten di Maluku sampai menelan korban jiwa. Rasanya sudah saatnya kita pertanyakan dimana negara saat semua itu terjadi?

Dengan sekian problem yang ada di Maluku, bisa disimpulkan bahwa “Negara Telah Gagal Dalam Mensejahterakan Masyrakat Maluku

Untuk itu telah lama beta berkomitmen, dari awal hingga hari ini dan akan terus berkomitmen hingga akhir perjuangan ini untuk tetap berada di garis paling depan dalam menyuarakan apa yang seharusnya menjadi hak Bangsa Maluku.

Fase keemasan hari ini membuat beta sangat yakin bahwa beta tidak akan sendiri, beta akan ditemani basudara samua, rakyat Maluku yang anti akan sebuah penindasan, diskriminatif dan ketidakadilan. Kami akan bersama suarakan apa yang dialami rakyat di tanah Maluku selama ini.

Apa artinya kita berada dalam negara kesatuan republik indonesia jika kita selalu diperlakukan secara diskriminatif, diperlakukan secara tidak adil, kekayaan kita dirampas tanpa mengedepankan unsur keadilan bagi kita. Ini sama halnya; “kita hidup tanpa negara

Komitmen ini sudah ada saat melihat begitu masifnya rakyat Maluku dijajah melalui regulasi serta kebijakan kebijakan yang sama sekali tidak berpihak pada rakyat Maluku.

Beta ingin sampaikan pada para generasi muda jangan pernah takut dalam menyuarakan kebenaran, sebab disaat itu yang terjadi maka kita adalah “Bangsa  Yang Rendah Dari Yang Terendah

Baca Juga  Suara Dari Timur: Indonesia Harus Adil untuk Maluku, Siapapun Presidennya

Mari bersama katong perjuangkan apa yang seharusnya menjadi hak. Hilangkan semua perbedaan, berpikirlah dengan melihat kondisi kekinian Maluku yang selalu “Dirampok dengan cara cara yang legal”

Ini merupakan fase terbaik bagi kita semua untuk menunjukan jati diri, martabat kita sebagai bangsa yang besar, kami bukan bangsa penjilat, kami bukan perampok.!

Kodrat kita sebagai ciptaan Tuhan yang layak untuk menikmati apa yang Tuhan titipkan buat kita ditanah kita sendiri.

Saudaraku…Sudah cukup kita berdiam selama ini, Ingat!!!!

“Kita tidak takut, kita tidak pasrah, kita semua mampu bersuara, kita semua sanggup mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak kita. Sebab itulah ciri khas kita anak Maluku.

Lawamena Haulala

Jika hari ini kita terus berdiam diri, maka tidak ada yang bisa menjamin generasi kita 10-20 tahun kedepan akan seperti apa, bisa saja para generasi kita menjadi gerbong bandar narkoba, dan bisa juga menjadi generasi penjual diri yang diakibatkan oleh tuntutan kehidupan yang semakin sulit bagi mereka saat masa itu tiba, yang kesemuanya merupakan dampak dari ketidakadilan perlakuan negara terhadap orang Maluku, dan boleh dibilang itu merupakan ketamakan negara dalam merampas milik kita untuk sejahterakan daerah lain.

Bisa saja sangat lebih menyedihkan nasib mereka (para generasi Maluku 10-20 tahun kedepan) dari pada nasib kita hari ini.

Beta pribadi tidak ingin semua itu terjadi, maka mari katong sama sama dalam perjuangan suci ini.

Kembalikan..! Maluku sejahtera, Maluku bermartabat, Serta Maluku berdaulat !

Beta Ingin sampaikan agar katong semua jangan sampai menjual diri, martabat rakyat Maluku hanya untuk kepentingan sesaat, jangan mau jadi para pejuang pragmatis, dengan menerima tawaran-tawaran yang semuanya itu merupakan politik permen karet untuk membodohi kita terus menerus dari waktu ke waktu.

Saudaraku, katong harus bersama dalam perjuangan ini untuk rakyat Maluku secara universal. Tetaplah konsisten dalam perjuangan, sebab Maluku layak sejahtera dan itu berpulang pada rakyat Maluku sendiri.

Baca Juga  Sumpah Pemuda, Antara Fakta dan Rekayasa

Mari bersama akhiri semua ketidakadilan dan segala bentuk kedzhaliman yang selama ini Maluku dapatkan. Saudara -saudaraku sadar atau tidak selama ini katong telah “Dirampok Dengan Cara Cara Yang Legal”, Sehingga kita terpuruk dan semakin terpuruk.

Katong harus berani untuk melawan, selamatkan apa yang katong punya, harkat kita, martabat kita, hak rakyat Maluku harus diselamatkan. “Lawan” adalah satu satunya solusi yang tepat untuk mempertahankan identitas kita sebagai sebuah bangsa yang bermartabat.

Katong rakyat Maluku salam-sarani jangan mudah terprovokasi dengan berbagai propaganda yang sengaja di mainkan untuk melunturkan semangat persaudaraan kita, menghancurkan peradaban yang telah ditaruh para leluhur, datuk-datuk kita.

Semuanya itu hanya bertujuan untuk melemahkan sikap dan jiwa kabaresi kita. Sadar atau tidak Maluku merupakan satu satunya kekuatan yang sangat ditakuti oleh bangsa bangsa yang ada, sehingga selalu saja ada upaya upaya untuk menghancurkan kita bangsa Maluku.

Beta sangat dan sangat yakin, siapapun dia apapun jabatannya saat ini, jika darah yang mengalir dalam tubuhnya ada darah alifuru, maka dia deng beta adalah kawan. Maeee… Katong samua berjuang dengan kesungguhan hati jangan pernah setengah hati, apalagi memakai tipu muslihat. Mari kita berjuang dengan dasar faktual, realitas kekinian, katong MALUKU bukan bangsa Penipu!!!

Upu Lanite Barakate

Jika harus menjadi Tumbal bagi kesejahteraan, kedaulatan masyrakat Maluku, terutama /para generasi generasi pilihan, maka BETA siap Menjadi “TUMBAL”untuk semua itu. Basudara samua, sebelum beta akhiri tulisan tanpa judul ini, ingin beta sampaikan;

Mati Dengan Kaki Tegak Lebih Mulia Daripada Hidup Dengan Lutut

Untuk itu bagi beta punya para senior, para orang tua yang saat ini punya kemampuan, punya kekuatan di dalam negara ini, tanpa sedikitpun mengurangi rasa hormat beta, janganlah pernah kita menghianati saudara saudara kita sendiri, dengan memilih menjadi “Safety player

Akhirnya ijinkan beta sampaikan sepenggal pesan dari orang tua beta, bahwa. Untuk menyelesaikan segala kegaduhan, pintar-pintarlah menggali sejarah. Analisis kritis beta hari ini, masih layakkah Maluku tetap berada dalam Bingkai NKRI?

Horomate…Mena Muria…Upu Lanite Barakate...

Penulis adalah Koordinator, Paparisa Perjuangan Maluku (PPM_95)

Opini ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi tabaos.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here