Dilema PSBB Transisi, Karyawan NAV Keluhkan Sikap Pemkot Ambon

0
1081
Foto : Nav Karaoke Keluarga dikawasan Jl, AM Sangaji Kelurhaan Honipopu Kota Ambon.

TABAOS.ID,- Pemerintah Kota Ambon sepakat untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di Kota Ambon.

Hal ini disampaikan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, kepada awak media saat pemberlakuan PSBB Transisi Tahap XIII, pihaknya mengatakan akan mengantisipasi adanya klaster baru.

“Kita akan antisipasi klaster baru. Misalnya yang dapat ditimbulkan dari kegiatan pesta-pesta dan acara duka. Kalau acara duka ini kita tidak bisa larang, hanya nanti dihimbau untuk memakai masker saat melayat,” ungkap Richard, Selasa (12/01/21)

Dikutip dari harian Kompas.com Sabtu (18/07/20) Walikota berujar, para karyawan yang terkena imbas akibat PSBB transisi tetap akan mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Ambon.

“Nanti para karyawan yang terkena dampak ini bisa melapor ke gugus tugas dan kita akan berikan bantuan sembako selama dua pekan,” katanya.(Walikota Red)

Justru hal yang berbeda disampaikan oleh salah satu karyawan Nav Karaoke Keluarga dikawasan Jl, AM Sangaji Kelurhaan Honipopu Kota Ambon.

Kepada redaksi tabaos.id Sabtu (16/01/21), Ia menuturkan bahwa pasca ditutupnya tempat karaoke keluarga itu, terhitung dari 25 Maret 2020 pihak karyawan dan juga Perusahaan tidak mendapatkan perhatian sama sekali dari Pemerintah Kota Ambon.

“Pemerintah Kota sudah tutup Katong  satu tahun ni, seng ada belas kasihan sadiki lay, bantuan karyawan yang dirumahkan jua seng dapat,” jelas karyawan yang tidak ingin di publish namanya.

Ia juga mengungkapkan meski keadaan Perusahaan yang ditutup sejak bulan Maret 2020, tapi biaya listrik dan juga air tetap dibayarkan oleh Pihak PT Nav Karaoke.

“Dong rencana katong perusahaan bangkrut. Tutup tapi listrik,air, pajak tetap jalan,” terangnya

Sambungnya, pihak perusahaan telah memberikan surat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk permohonan bantuan ditahun lalu  tapi hingga saat ini tidak dihiraukan oleh Pemkot.

Baca Juga  Masyarakat KKT lewat Iklas mengadu Ke DPRD soal ijin Nelayan Non Lokal

“Heran lay, bioskop sudah buka tapi Katong ni seng ada kepastian sampe sudah kasih masuk surat permohonan par dapat bantuan tapi seng dihiraukan pemerintah Kota, justru beta kaka yang kerja di happy puppy (salah satu karaoke keluarga) dong dapat bantuan par karyawan yang dirumahkan, Katong seng dapat, aneh lay,” tuturnya

Lanjut Dia, sarana penunjang diruangan telah rusak akibat tidak adanya aktifitas ditempat tersebut.

“Sampe komputer-komputer sudah rusak samua, Kalaupun buka jua pasti pengurangan kryawan tagal (karna) perusahan jua rugi basar,”  bebernya

Hal yang sama juga diungkapkan oleh karyawan lainnya yang mengeluhkan nasib mereka pada postingan Facebook (FB) Dhuwie Merianie sekitar tiga hari yang lalu Rabu (13/01/21).

Dalam unggahan tersebut pemilik akun FB mempertanyakan sikap Pemerintah yang sampai saat ini belum merespon keluhan serta kesusahan dari para karyawan yang bekerja di NAV karaoke Keluarga.

“Yang Terhormat Bapak-bapak Pejabat dan Petinggi Negeri Ini,mau tanya sah, kapan katong bisa bale beraktivitas seperti sedia kala ?? katong pung piring nasi, Bapak-bapak yang terhormat su bale akang dari 25 maret 2020 sampe oras nih,” ungkapnya dalam cuitan Facebook

Foto : postingan Facebook (FB) Dhuwie Merianie sekitar tiga hari yang lalu Rabu (13/01/21) saat mengeluhkan nasib mereka sebagai karyawan swasta.

Bebernya lebih lanjut,” Su bagitu, seng ada sentuhan perhatian dari Bapak-bapak  dong secara merata for (buat) rakyat-rakyat terdampak langsung kebijakan yg bapak-bapak buat ini, padahal dong ada disitu, di tempat terbaik dan ternyaman seperti sekarang itu jua karna suara rakyat-rakyat kasiang ini.”

“Seng minta banya coba Bapak-bapak dong jadi katong sah yang dirumahkan dari 25 maret 2020 sampe oras (sekarang), lalu harus survive ditengah pandemi, belum lagii ditambah Pemilik tempat kami mengais rejeki harus menanggung kerugian akibat gedung rusak, peralatan elektronik rusak akibat tidak di operasikan selama ditutup. Listik telpon yang tetap jalan, serta pajak dan retribusi untuk tahun 2020 yang sudah terbayar padahal kita cuma beroperasi selama 3 bulan”.

Baca Juga  Kasrul Selang di Demo Lagi, Kali ini oleh Koalisi Seram Bersatu

Pihak karyawan berharap, adanya kebijakan yang dapat meringankan mereka yang sampai saat ini tidak terjemah oleh bantuan Pemerintah.

“Minimal ada kebijakan yang lebih meringankan beban orang-orang yang pung piring nasi di tempat Hiburan jua Bapak-bapak yang terhormat Ah sudahlah, pada akhirnya cuitan kecil ini mungkin tak akan menyentuh Naluri Kemanusian kalian,” tutupnya dalam cuitan FB

Status FB milik Dhuwie Merianie hingga saat ini telah dibagikan 15 kali dan terdapat 16 komentar dari para netizen dengan beragam komentar yang ada.

(T-07)