Dituduh Menganiaya Istrinya, Ini Tanggapan Briptu Claus Samallo: Ini Aib Tapi Saya Harus Buka

0
1567
Foto : Briptu Claus Samallo , Anggota Sabhara Polda Maluku.

TABAOS.ID,- SEMPAT dilaporkan ke Unit Propam Polda Maluku dengan tuduhan penganiyaan terhadap istri, Briptu Claus Samallo akhirnya angkat bicara dan menanggapi tuduhan penganiyaan yang disematkan kepada dirinya.

Dari pemberitaan TABAOS.ID tertanggal 29 september 2020 dengan judul “Dianiaya Hingga Jatuh Sakit, Oknum Polisi di Hunuth DiLaporkan ke Propam Polda Maluku”.

Shanty, istri  Claus korban yang diduga dianiaya melapor ke Propam Polda Maluku atas perbuatan penganiyaan.  Atas laporan tersebut , oknum polisi tersebut kini menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Maluku.

Menanggapi tuduhan itu, Briptu Claus memberikan hak jawabnya kepada redaksi TABAOS.ID, karena pemberitaan tersebut dianggap menyudutkan dirinya.

“memang benar saya melakukan perbuatan tersebut, tetapi tidak sefatal yang di ekspos di media, dan itu pasti ada sebab akibat kenapa bisa terjadi kejadian itu,” terang Claus saat memberikan hak jawabnya kepada TABAOS.ID, rabu 30 september 2020.

Tuduhan yang dialamatkan kepadanya, menurut Claus tidaklah sesadis yang diungkapkan oleh istri dan mertuanya itu.

Peristiwa itu menurut Claus berawal dari paman istrinya yang menceritakan kelakuan istrinya yang kerap kali keluyuran saat dirinya melakukan jam dinas atau kerja.

“informasi ini sendiri datang dari Om kandung dari Santy, bahwa tiap kali beta  ke kantor dia selalu keluar rumah, tanpa sepengetahuan beta  dan sudah ditegur berulang kali oleh Om-nya namun tidak dihiraukan, sehingga informasi ini dilaporkan kepada saya,” ungkap Claus.

Kecurigaan menguat  setelah, Claus mencoba meminjam hp istrinya. Santy menolak. Keduanya berebutan hp layaknya anak kecil saat itu.

“sebagai suami saya tetap curiga  dengan sikap istri saya yang  selalu bermain hp meski  sedang masak maupun ke kamar mandi dan  selalu mebawa hp.  Selaku suami apakah salah jika saya mempunyai kecurigaan ?,  dan saya sudah meminta  baik-baik untuk memeriksa hp tersebut, tetapi  dia  tidak mau memberikannya, sehingga membuat  saya mengambil  dengan cara merebut,” cerita Claus sambil mengingat peristiwa saat itu.

Diakui, saat berebutan gadget milik Shanty, sepatu milik Claus sempat menginjak kaki dari istrinya itu. peristiwa itu membuat, Shanty mengambil inisiatif untuk melaporkan dugaan penganiyaan itu.

“karena dalam keadaan siap untuk pergi dinas, saya tidak sengaja menginjak kaki dia. Perlu di ketahui bahwa pada saat kejadian tersebut  saya tidak mencekik  leher istri saya,” terang anggota yang bertugas di Sabhara Polda Maluku ini.

Setelah kejadian itu lanjut Claus, istrinya melaporkan ke bagian Propam Polda Maluku,  sehingga dipanggil untuk di mintai keterangan.

Baca Juga  Polda Maluku Ajak Mahasiswa Dan Warga Perangi Hoax

“karena tidak ada unsur kesengajaan dari saya dan juga ini adalah masalah rumah tangga sehingga masalah ini mediasi dan diselesaikan pada saat itu juga. Namun hp istri saya belum saya kembalikan karena hp itu blm bisa saya buka, karena memakai kunci pada semua aplikasi,” ujar Ia.

Ironisnya, kata Claus tidak menyangka apa yang dilakukan  Shanty  dengan menghianati dirinya dengan berselingkuh.  Hp milik istrinya berhasil dibuka dan ditemukan sejumlah chatingan bersama lelaki tak dikenal dengan istrinya.

“setelah hp tersebut saya berhasil  buka, ternyata benar istri saya punya hubungan dengan pria lain, sesuai dengan bukti chat yang ada pada saat itu,” paparnya.

“ini Aib keluarga saya, tapi kalau sudah begini saya mau bilang apa. Saya pasti juga akan menjadi korban, kenapa bisa begitu, semua suami maupun istri tidak mau dikhianati,” tegas Claus.

Mengetahui hal tersebut kata Claus, dia mengajak istrinya Shanty untuk membuat Doa di rumah pendeta, namun Shanty menolak ajakan tersebut.

Saya mengajak Shanty  untuk kita ke pendeta dan membuat pergumulan. tetapi istri saya menolak pergi,  dan lebih melaporkan kejdian itu  kepada  ibunya (mertua  saya),” kata Claus.

Namun kekesalan Claus memuncak dan setelah diusir oleh mertuanya atas laporan istrinya. dirinya dipaksa mengembalikan hp istrinya di depan banyak orang. Puncaknya ayahnya disirami dengan air oleh mertuanya.

“mertua saya selaku orang tua bukannya mengambil jalan tengah, tetapi turut membantu anaknya (Shanti), sehingga mereka berdua mengusir saya dari rmh secara paksa, dengan alasan saya tdak mau mengembalikan hp. Selain itu  keluarga besar saya di hina di depan banya orang, bahkan papa saya siram dengan air oleh mertua saya, makanya saya emosi,” kesal anggota sabhara berpangkat briptu ini.

Menurut Claus, tindakan yang dilakukan istri bersama mertuanya, membuat dirinya tak bisa menahan emosi sehingga menendang mertuanya.

“kejadian itu membuat saya marah dan menendang mertua saya sebanyak 1 kali pada bagian pinggang, tetapi pada saat itu juga masalah sudah diselesaikan di depan Raja, Bhabinkamtibmas, ketua RT, serta keluarga saya dan istri saya maupun mertua,” ujarnya

Saat itu kata Claus masalah telah diselesaikan bersama baik dengan istrinya maupun mertuanya.

“saya sudah meminta maaf atas apa yang  telah saya lakukan, dan istri saya maupun mertua sudah memaafkan saya saat itu” tutur dia

Baca Juga  Juara 3, Ipda Buchari Catatkan Namanya di Kompetisi Fotografi Internasional

Namun kata Claus, meski persoalan itu telah diselesaikan secara kekeluargaan istrinya mendatangi Polda Maluku untuk melaporkan kasus tersebut.

“beberapa hari berikutnya istri saya melaporkan peristiwa itu di unit SPKT Polda Maluku dengan tuduhan KDRT dan penganiyayaan dan d arahkan ke PPA, dan saat ini saya dalam proses pemeriksaan oleh pihak PPA,” kata Claus

Atas laporan tersebut, Claus mengaku siap diberikan sanksi maupun hukuman dari pimpinannya, meski kasus tersebut berawal dari sebab dan akibat istrinya menghianati dirinya bersama pria lain.

“saya mengaku bersalah, dan saya siap menarima hukuman atas apa yang telah saya lakkukan, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Yang pasti saya tetap menjaga nama baik institusi Polri, dan juga nama baik istri saya karena persoalan itu bermula ada sebab akibat,”  tutup Briptu Claus Samallo.

Sementara itu, hal senada juga dilontarkan Pau Samallo. Ibu kandung Claus Samallo. Pau mengatakan pemeritaan tentang anaknya seakan menyudutkan anaknya sebagai pelaku kekerasan dan juga penganiyaan.

Pau juga menyesalkan Shanty menantunya yang tidak berniat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“ saya menyesal karena masalahnya sudah dilakukan secara kekeluargaan. Saat kejadian itu, saya sudah minta maaf kepada mertua anak saya Claus. Saya juga bermohon kepada ibu dari Shanty, agar memafaafkan anak saya Claus. Dan itu sudah dimaafkan oleh mereka,” kata Pau, saat melakukan klarifikasi kepada TABAOS.ID.

Pau juga menyesalkan tindakan yang diambil oleh ibu dari Shanti yang tidak sama sekali mendukung keharmonisan rumah tangga  mereka  dan memilih mengusir Claus Anaknya dari rumah.

“ mertua dari anak saya Claus tidak bijak, dia tidak bisa mendengar sepihak karena pasti ada sebab dan akibat. Dia juga harus tanya anaknya apa yang terjadi, bukan malah menghancurkan dan mengusir anak saya. Saya tahu memang itu rumah milik mertua anak saya, jadi seenaknya diusir,” sesal dia.

Saat ini, menurut Pau, anaknya Claus sementara menginap di rumahnya hingga menunggu persoalan tersebut mereda. “ saat ini anak saya Claus masih menginap di rumah kami di Karang Panjang, ini dilakukan sampai benar-benar tenang dan juga agar dia juga bisa mengintropeksi diri begitu juga dengan istrinya Santhy, agar keduanya sadar dan terlebih penting agar Tuhan Allah selalu mengasihani rumah tangga mereka berdua yang telah dibangun,” harap dan doa dari Ibu Pau.

Baca Juga  Dikunjungi Anggota DPR RI, Ini Yang di Bahas Bersama Kapolda Djafar

Pau menyatakan karena merasa anaknya Claus bersalah, dirinya bersama pendeta sudah berniat untuk meminta maaf kepada ibu dari Shanti, namun upaya itu ditolak olehnya.

Meski demikian, dirinya selalu mendukung kerja polisi dalam pemeriksaan terhadap anaknya. Kata Pau, polisi harus bijak untuk melihat ada sebab dan akibat dari masalah yang terjadi, sehingga bisa tahu akar masalahnya.

“sudah ada bukti WA menantu saya dengan selingkuhannya. Itu yang menjadi maslaah kenapa seorang suami bisa berbuat itu. tapi dia tidak melakukan penganiyaan seperti yang diberitakan, namunsampai saat ini anak saya masih membuka diri untuk memafaafkan istrinya meski ada luka yang dalam yang ia simpan,” tutup Pau  Mengakhiri pernyataan klarifikasinya.

Diketahui, peristiwa dugaan tindakan penganiyaan yang dilakukan oleh Claus terjadi pada tanggal 25 agustus 2020 bulan lalu.

Dugaan penganiyaan ini dilaporkan istrinya Shanty. Menurut  Shanty peristiwa itu dilatarbelakangi karena korban hanya ingin melayat di alrmahum Kakek.

“Jadi dari tanggal 25 Agustus bulan lalu opa punya hari jadi (Hari ulang Tahun) , jadi kan opa sudah meninggal, katong (kita) mau pergi ziarah untuk bersih-bersih opa kuburan. Mama dengan oma sudah kamuka (duluan) , karena hujan beta telpon adik laki-laki untuk menyusul mereka di kuburan ketika hujan reda,” ujar korban.

Dikatakan Shanty, nama panggilan dari Nissan Arisanty Suwito, Ia tiba-tiba dicekik oleh suaminya, Claus Samallo dan dianiya.

“selesai cuci muka saya ke kamar, pada saat itu Dia (pelaku) bersiap pergi kerja lalu kemudian dia ambil HP dari saya dan saya dicekik. Ia sempat menginjak kaki saya sama sepatu dinas. akibat penganiyaan itu tiga hari saya tidak bisa makan” ujar Nissan Arisanty Suwito Istri kepada TABAOS.ID, Minggu (27/9).

Atas peristiwa itu, Claus suaminya langsung dilaporkan ke Polsek Teluk Ambon dan diteruskan ke Propam Polda Maluku. “saya sudah melaporkan itu sampai ke Propam Polda Maluku, semoga ada tindak lanjut dari laporan saya,” ujar Shanty.

Sementara itu, Saat ini pihak Propam Polda Maluku, masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam perkara tersebut.

 

Reporter   : Redaksi

Editor        : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here