Gema Suara Orang Maluku (GESOMA), Diskusi Terbuka Jong Maluku 2019 Sebagai Gerakan Save Maluku dan Kebangkitan Maluku

0
639
Julius R. Latumarrissa : Penulis, Akademisi dan Konsultan Perencana Pembangunan Daerah

Oleh: Julius R. Latumarrissa

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Maluku hari ini ada dalam situasi yang sangat memprihatinkan semua anak Maluku. Hal ini ditandai dengan begitu kompleksnya masalah pembangunan di Maluku.

Harus disadari bahwa dimensi pembangunan tidak hanya mengarah kepada capaian pertumbuhan ekonomi secara agregat saja tetapi jauh terpenting adalah bagaimana dinamika pembangunan itu mampu meningkatkan kualitas dan derajat kesejahteraan masyarakat Maluku kedepannya.

Banyak sekali gagasan, pendapat, bahkan kegiatan seminar, diskusi dan berbagai forum yang sudah berkali kali membicarakan persoalan pembangunan Maluku. Banyak pembicara dari semua kalangan termasuk begitu banyak Profesor, kaum cerdik pandai lainnya, politisi, budayawan, aktivis pemuda dan mahasiswa yang melakukan hal seperti ini.

Namun sayangnya apa yang dilakukan itu tidak memiliki ujungnya karena berbagai macam faktor. Kadang saya berasumsi bahwa begitu banyak organisasi yang bernafaskan Kemalukuan sudah membuat banyak aktifitas, mulai dari indoor sampai outdoor namun semuanya sia-sia.

Akhirnya saya tiba pada kesimpulan sementara bahwa faktor utama dari tidak berujung yang kegiatan ini karena lebih didominasi oleh Evoria sesaat dan by moment sehingga setelah itu selesai, tanpa dilandasi dengan tujuan tujuan strategis jangka panjang.

Bahasa yang populis adalah kegiatan by order dan menciptakan panggung . Kalau kesimpulan saya ini benar maka kiamatlah kita jika dari perputaran waktu kita hanya bermain-main dengan kegiatan berskala mikro seperti ini.

Disisi lain saya juga melihat banyak pegiat pegiat sosial asal Maluku yang sudah melakukan penetrasi jauh dalam kehidupan masyarakat, dan sangat positif dan signifikan hasilnya, namun sayangnya masih bersifat etnis, daerah dan kelompok tertentu dan tidak melibatkan seluruh komponen anak Maluku.

Saya juga sadari bahwa hal tersebut bukanlah aspek yang semudah kita bincangkan, namun apapun alasannya harus ada upaya bersama untuk melakukan suatu gerakan kebangkitan kesadaran sosial anak Maluku dalam keterlibatan dan perannya dalam pembangunan Maluku.

Baca Juga  Dokumen Murkele: Fenomena Agama Nunusaku (?)

Hal ini dapat dilakukan dengan dimulai dari Gerakan Pemuda Maluku titik, dan jangan ada tambahan pemuda Maluku dari sana dan sini. Tapi hanya satu Maluku, yang kemudian saya ingin pakai kata lama yg dimodifikasi sesuai kondisi hari ini adalah Jong Maluku bukan Jong Ambon, mengapa karena Maluku bukan hanya Ambon, tapi secara administratif Maluku dari ujung Wetar MBD sampai ujung Gorom  SBT, secara historikal kultural maka Maluku adalah dari Ujung Halmahera sampai ke Tenggara Jauh.

Bagaimana bentuk diskusi diskusi Terbuka Jong Maluku yang diwakili unsur pemuda dari setiap kabupaten/kota di Maluku dan unsur Muspida Maluku dan tokoh masyarakat. Saya yakin dan paham benar bahwa akan terjadi banyak perdebatan, karena orang Ambon bilang suka baku malawang, samua merasa tahu tetapi tidak masalah, yang penting baku malawang  itu endingnya Lahir kesepakatan bersama yang dikawal oleh seluruh koponen masyarakat.

Entah itu nanti jadinya dengan istilah Kapata Jong Maluku atau yang sejenisnya. Memang sudah banyak kesepakatan-kesepkatan ini dibuat seperti yang saya singgung sebelumnya di pusat dan juga di daerah kebanyakan.

Persoalannya, Kapata tersebut akan memberika ruang/ rongga bagi siapa saja rakyat maluku, untuk mengajukan kritik, saran, ide terhadap kebjikan pemerintah yang berpihak kepada rakyat Maluku yang dapat jelas, terukur dan dapat dilaksanakan.

Kalau sepakat saya usulkan dan mendorong untuk diadakan diskusi public, “Menuju maluku Mandiri dan berkelanjutan” dan disiarkan langsung secara streaming melalui semua media sosial maupun situs yang khusus untuk event ini. Tujuannya adalah mengajak Rakyat Maluku ikut menyaksikan dan ikut terlibat dalam berpendapat (disediakan fasilitas saran dan komentar) Bagi yang tidak memiliki PC, Smartphone (saya yakin dan percaya bahwa semua punya, hanya paket data saja).

Baca Juga  Prabowo Menang de-Facto, Jokowi Menang de-Survai

Hasil dari pertemuan ini, saya harapkan dan saya akan meminta salah satu koran daerah yang indepensinya tidak diragukan meliputnya. Salah satu yang keras seperti Kabar Timur, Siwa Lima dan Spektrum agar rakyat membacanya. Penyelenggaranya siapa? Bisa Pemuda, atau bersama pemda atau Mandiri. Dimana dibentuk Panitia Penyelenggara dari Pemuda (Universitas) dan bukan NGO, Yayasan dan lain-lain yang sudah teraviliasi dengan para maling berdasi (orang Ambon bilang pancuri beradasi) dan kapitalis atau dalam kepentingan Pileg dan Pilpres.

Diskusi publik ini bukan diskusi untuk memihak satu bakal calon atau partai, tapi justru membekali calon untuk mengikat diri di dalamnya.

Mengapa karena sudah terlalu lama semua diam dan acuh tak acuh, puluhan tahun tidak ada kemajuan dan malah ditindas dan terjebak lagi, sehingga kapan kita (Maluku) mandiri.

Hal ini untuk membuka wawasan dan mata (orang Ambon bilang buka biji Mata). Sudah banyak kesepakatan, tapi di Jakarta bukan di Maluku. Kesepakatan itu pun hanya memenuhi Syahwat berkuasa dan tiba saat tiba akal tidak ditindak lanjuti dan tidak ada yang mengawalnya. Apalagi point-point kesepakatan itu disusupi kepentingan pusat.

Disisi lain Undang-undang dan Peraturan turunannya kan di buat oleh wakil rakyat atau wakil yang mengatas namakan rakyat sebenarnya produknya sama saja dengan kesepakatan rakyat yang harus mereka perjuangkan.

Dari zaman pra sejarah, musywarah untuk mufakat adalah landasan konstitusi masyarakat atau komunitas tertentu untuk mengambil sikap. Oleh karena itu cerita jawa, karena beda kesepakatan, banyak kerajaan pecah. Itu bukan keinginan raja tapi keinginan rakyat. Sehingga hasil dari kapata ini seharusnya memiliki kekuatan yang sama, namun harus di kawal. Bentuk-bentuk kapata sebuah usulan

Baca Juga  Jangan Pesimis Atas Masa Depan Maluku

Kapata pertama, Mencabut dan Merevisi semua Perda yang tidak berpihak dan menguntugkan pihak lain yang merugikan rakyat Maluku

Kapata Kedua, Keberpihakan kepada rakyat diwujudkan dalam program pemerintah dalam menjalankan, menjaga dan menjamin hak-hak rakyat Maluku, baik Budaya, Ekonomi, Sosial maupun Budaya.

Kapata Ketiga, Menuntut Pemerintah pusat untuk ikut mewujudkan kedaulatan hak-hak Hukum Rakyat Maluku dalam mewujudukan Keadilan Sosial dan Menciptakan serta Menjaga perdamaian.

Kapata Keempat, Semua komponen Rakyat Maluku, mematuhui Hukum dan Perundang-undangan dan menjunjung tinggi, menjaga serta mematuhi HUKUM ADAT di Maluku.

Kapata Kelima, Semua Komponen Rakyat Maluku Wajib menjaga persatuan dan Kesatuan dalam rangka pembangunan masyarakat maluku seutuhnya.

Kapata Keenam, Semua Komponen Rakyat Maluku menolak semua intervensi dan campur tangan pihak-pihak yang akan merusak sendi-sendi kehidupan Rakyat Maluku.

Kapata Ketujuh, Semua Pemangku Jabatan dan Adad terlibat secara aktif dalam rangka menjaga keutuhan dan Persatuan Rakyat Maluku dan Menjalankan Tugas dan Fungsinya secara adil dan beradab.

Kapata Kedelapan, Kapata bersifat mengikat dan dijalankan secara terhormat, dan mewujudkan nya secara konsekwen bagi seluruh komponen rakyat Maluku.

Kapata Kesembilan, Pemangku Jabatan atau Wakil Rakyat yang terpilih, harus memperjuangkan nasib dan masa depan rakyat Maluku, dan secara konstitusi Negara, membuka peluang untuk berani mengundurkan diri jika tidak mampu mewujudkan tugas pokok dan fungsi yang diamanatkan Undang-undang, khususnya memperjuangkan rakyat Maluku yang memilihnya.

Kapata Kesepuluh, Untuk mengawal kapata atau kesepakatan bersama ini, Rakyat Maluku secara bersama-sama wajib mengawal, mengoreksi mengkritisi secara bijak dan kejujuran hati. sesuai aturan dan jaminan undang-undang. Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat tanpa melawan hukum.

Melalui kesempatan ini sekaligus yang pertama: saya mau mengajak semua elemen rakyat Maluku untuk melihat apa yang saya usulkan ini sesuatu yang berguna atau tidak, yang kedua saya mau mengajak sesama caleg dan generasi muda mahasiswa dan para aktivis Maluku untuk secara bersama kita ada dalam gerakan ini sebagai Gerakan  Kebangkitan Rakyat Maluku Bersatu.

Yang punya nyali kita gabung yang mau cari aman itu pilihan masing-masing

Penulis adalah akademisi dan konsultan perencana pembangunan daerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here