Hampir Sebulan, Korban Banjir di MBD Belum Dapat Bantuan

0
184
Farida Salampessy, Kepala BNPB Daerah Provinsi Maluku

TABAOS.ID,- Sebanyak 196 rumah warga yang terdampak badai siklon Tropis Lili di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) awal Mei lalu, hingga kini belum disentuh bantuan dari pemerintah. Pasalnya, hingga kini, pengajuan bantuan yang dilayangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Daerah Maluku belum juga dicairkan.

Kepala BNPB Daerah Maluku, Farida Salampessy saat dikonfirmasi tabaos.id jumat (24/5/2019), mengaku, dari data sementara yang diterima, nyaris 200 rumah terdampak banjir dan angin kencang akibat badai siklon Tropis Lili. Kerusakan terdampak pada sejumlah desa di Kabupaten MBD. Diantaranya, Desa Litutun di Kecamatan Pulau Leti, Desa Tounwawan di Kecamatan Moa Lakor serta Desa Luang Timur di Kecamatan Mdona Hiera.

“Kerusakan yang dialami mulai dari rumah yang tidak ringan hingga kerusakan parah. Tidak da korban jiwa dalam peristiwa ini. Beberapa warga mengungsi, namun jumlahnya masih dalam pendataan,” kata Salampessy, Jumat (24/05/2019).

Tim Reaksi Cepat (TRC) setempat telah melakukan kajian dan melaporkan kejadian bencana alam ini ke Bupati Maluku Barat Daya. Selanjutnya Bupati bersama BPBD dan sejumlah instansi terkait melakukan kunjungan ke lokasi kejadian. Penanganan darurat dilakukan bersama BPBD, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat.

Meski sebagainya besar warga telah kembali ke rumahnya masing-masing, namun masih ada warga yang belum kembali lantaran kondisi rumah mengalami kerusakan cukup parah. Dia mengakui, pihaknya telah mengajukan permohonan Bantuan Tidak Tetap (BTT) kepada pemerintah Provinsi Maluku.

“Sampai saat ini kita belum punya data lengkap korban bencana. Masalah utama adalah, sulitnya jaringan komunikasi di daerah yang terdampak bencana. Akibatnya kita juga baru tahu disana ada bencana setelah beberapa hari. Ini juga berakibat pada penyaluran bantuan. Kita juga masih menunggu pencairan dana BTT,” ujarnya.

Baca Juga  Telkomsel Melakukan Proses Penataan Ulang Pita Frekuensi 800 MHz dan 900 MHz

Bantuan awal yang diajukan ialah untuk kebutuhan survei ke kawasan terdampak yang direncanakan menyasar dua kabupaten baik di MBD dan Kepulauan Tanimbar. Jika telah dicairkan, maka tim akan diterjunkan untuk mendata ulang dampak kerusakan dan kebutuhan lain yang disiapkan untuk menangani dampak bencana tersebut.(T02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here