Harga Beras Antarpulau Di Ambon Normal

0
127

TABAOS.ID,- Harga berbagai merek beras antarpulau yang ditawarkan para pedagang di tiga pasar tradisional Kota Ambon, Maluku maupun di sejumlah toko swalayan hingga kini masih tetap normal.

Hasil pantauan di tiga lokasi pasar tradisional seperti Pasar Mardika, Pasar Lama dan Pasar Batu Merah, Jumat, para pedagang masih mempertahankan harga jual beras berbagai merek bagi pembeli.

“Harga beras masih normal, belum ada perubahan harga beras yang dijual eceran, patokan harga yang kami pertahankan ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan belakangan ini,” kata Ijah, pedagang di Pasar Mardika.

Beras  operasi pasar Bulog Maluku dijual Rp10.000/Kg,  beras asal Gemba, Kabupaten Seram bagian Barat, Rp11.000/Kg, beras asal Namlea, Kabupaten Pulau Buru Rp11.000/Kg, dan ada juga beras Makassar, Sulawesi Selatan Rp12.000/Kg.

Dia mengatakan, berbagai macam beras yang ditawarkan rata-rata Rp10.000 hingga Rp12.000/Kg, tergantung merek dan asal.

Munir, pedagang lain, mengakui beras yang dijual yakni beras Tawon maupun bulir Mas dan merek Padi dipatok Rp14.000/Kg, merek Jempol, Phinisi, dan beras Jempol Rp13.000/Kg, dan juga beras kegiatan operasi pasar (OP) Bulog Rp10.000/Kg, disamping ada juga beras Bulog yang dijual Rp11.000/Kg.

Yang pasti harga beras di pasar Ambon hingga kini masih terus normal, belum ada perubahan naik atau urun,” katanya.

Kemudian ada juga beras merek lumbung padi Rp280.000/sak, eceran Rp13.000/Kg, beras Mawar Rp275.000/sak, eceran Rp13.500/Kg, beras Super Phinisi Rp300.000/sak, eceran Rp13.000/Kg.

Untuk beras merek MJ ukuran 24 Kg/sak harganya Rp285.000/sak, eceran Rp12.500/Kg, dan beras Nona Manis Rp280.000/sak, eceran Rp13.000/Kg, dan beras Padi udang Rp13.000/Kg.

Baca Juga  Bawaslu SBT Gelar Rakor Pembentukan PTPS.

Mina, pembeli yang ditemui usai membeli lima kilogram beras merek Padi Udang, mengatakan dirinya  berharap harga beras tetap normal, tak ada perubahan harga, dan mudah-mudahan terus bertahan.

“Itu harapan kami sebagai ibu rumah tangga yang selalu berbelanja di pasar, sebab harga barang-barang kebutuhan lain ada yang bergerak naik dan ada juga yang bervariasi walaupun stok terlihat cukup banyak,” ujarnya (T-07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here