Hingga Kuartal I 2019, Pertumbuhan Ekonomi di Maluku dan Papua Masih Lesu

0
49
Unjuk rasa karena kemiskinan terus mendera orang Maluku dan Papua

TABAOS.ID,- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal I 2019 sebesar 5,07 persen. Angka ini naik tipis apabila dibandingkan periode sama tahun lalu hanya sebesar 5,06 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07 persen tersebut secara spasial beberapa provinsi tercatat alami kontraksi.

Seperti misalnya terjadi di Pulau Maluku dan Papua mengalami pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi 10,44 persen. 

Dia menyebut, secara kontribusi kedua pulau itu, kontribusi terhadap perekonomian Indonesia hanya mencapai sebesar 2,19 persen. Kondisi ini berbeda jika dibandingkan beberapa pulau lainnya.

“Pulau Maluku dan Papua mengalami pertumbuhan yang negatif, karena pertumbuhan ekonomi di provinsi Papua Barat pada Kuartal I juga negatif,” kata Suhariyanto, di Kantornya, Jakarta, Senin (6/5/2019). 

“Ke depan tentu berharap provinsi di Indonesia Timur bisa lebih bergerak dan beri kontribusi yang besar pada pertumbuhan ekonomi,” sambung pria yang kerap disapa Kecuk ini.

Kendati demikian, dari beberapa pulau, pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi sendiri terjadi di Pulau Jawa yakni tumbuh 5,66 persen. Kontribusinya masih mendominasi terhadap perekonomian nasional yakni 59,03 persen.

Kemudian posisi selanjutnya berada di Pulau Sumatera yang mengalami pertumbuhan ekonomi 4,55 persen, berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi Sumatera masih menjadi salah satu yang terbesar pada perekonomian nasional sebesar 21,36 persen.

Sementara itu, Pulau Sulawesi tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 6,51 persen, dengan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen.

Lalu Pulau Kalimantan tercatat tumbuh 5,33 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 8,26 persen.  Adapun Pulau Bali dan Nusa Tenggara mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 4,64 persen dengan kontribusinya terhadap perekonomian nasional sebesar 3,02 persen.(Liputan6.com/tabaos.id)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here