HINMI : Sarana Prasarana Nelayan Masih Minim di Kabupaten SBT

0
93
Martho Zein Warat pembinan Himpunan Nelayan Mandiri Indonesia (HINMI) , saat pihaknya menggelar jumpa pers usai kegatan diskusi sehari bersama HINMI . Jumat, (6/9/19). Foto : Sofyan C

TABAOS.ID, – Sarana dan prasarana nelayan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) ternyata masih minim. Hal disampaikan pembina Himpunan Nelayan Mandiri Indonesia (HINMI) Martho Zein Warat, saat pihaknya menggelar jumpa pers usai kegiatan. Jumat, (06/09/19).

Dalam agenda jumpa pers itu Martho mengungkapkan tentang minimnya sarana prasarana nelayan di SBT.  Dirinya mengatakan, padahal pada dasarnya kebutuhan nelayan cukup banyak.

“Terutama alat tangkap ikan yang belum memadai dan itu sangat minim sekali. Serta tempat penampungan  ikan atau Coldstorage tidak ada” tutur Martho  di Bula, Kamis, (05/09/19) kemarin.

Padahal menurut Martho, daerah seperti  Watubela, Pulau Panjang, Geser, dan Grogos, seharunya sudah di sediakan tempat penampungan ikan, walaupun sederhana.

“Agar transaksi jual beli ikan bisa berjalan dengan baik. Maka dipastikan roda perekonomian tetap berputar dengan baik. Dan hal itu sangat membantu kehidupan kesejahteraan nelayan” ucap Martho.

Pembina yang didampingi puluhan nelayan di kota Bula itu menjelaskan, tentang potensi laut, di SBT mempunyai potensi laut  cukup luar biasa. Dan menurutnya, semua potensi bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat nelayan di SBT. “Namun beginilah kondisi nelayan SBY saat ini” kata Martho.

Aktivis SBT ini berharap, Pemerintah Daerah (Pemda)  seharunya banyak memberikan anggar ke dinas pemberdayaan Desa (Pemdes). Untuk difokuskan dalam menjawab kebutuhan nelayan agar hidup lebih sejahtera seperti nelayan-nelayan pada provinsi lainya.

Selain itu menanggapi kebutuhan nelayan di SBT, Echal Voth mengatakan, dirinya berkewajiban untuk mengawal semua program yang diusulkan dari nelayan “maka saya berkewajiban  untuk melakukan pengawasan terhadap kemajuan dan kesejahteraan nelayan” tutur anggota DPRD SBT itu saat jumpa Pers”

Kehadiran Voth sebagai pemateri dalam diskusi sehari bersama HINMI itu, meminta agar sesegera mungkin semua pikiran nelayan dituangkan dalam satu bentuk rekomendasi agar tidak terkesan ada rekayasa.

Baca Juga  Tranformasi Sumber Daya Manusia Dalam Tata Kelola OPD Pemprov Maluku

“Dan peryataan itu benar-benar dikeluarkan dari lubuk hati yang paling dalam dari orang-orang nelayan. Karena selama ini mereka ingin hidup layak seperti nelayan yang ada di Kabupaten dan Kecamatan-Kecamatan di provinsi lain” ucap anggota politisi partai Gerinda itu.

Tentang pengawasan, Voth mengakui pihaknya sudah melakukan usaha. Namun masih terkendala pada beberapa hal teknis. “maka itu, DPRD harus keras mengambil langkah dan tegas dalam pengawasan” desak Voth.

Karena menurut Voth, di Kabupaten ini hanya ada tiga program yang paling penting yakni, pelayanan pemerintahan, pelayanan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan. “Dan nelayan, mereka masuk pada poin ketiga” kata Voth.

Olehnya itu Voth mengharapkan, apa yang menjadi program nelayan secara khusus segara dilakukan dengan baik, benar dan merata. Agar bantuan yang diberikan juga tidak salah arah. “Jangan sampai pertanian diberikan bantuan nelayan. Kalau ada, saya rasa itu Natasa pengawasan buang salah” ucapnya.

Kepala Bagian Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan SBT La Mance mengungkapkan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjawab kebutuhan nelayan terkait minimnya sarana dan prasarana bagi nelayan.

“Semoga kendala di tahun ini, tahun depan tidak lagi menjadi kendala” ucap La Mance, yang juga pemateri dalam acara diskusi tersebut. Namaun, dirinya mengungkapkan, kegiatan seperti ini kedepannya agar lebih terarah. Supaya dapat menciptakan kehidupan nelayanyan yang sejahtera.

“Diskusi harus berkelanjutan, tidak sampai disini saja. Dan semua usulan yang dibuat segera dikomunikasikan, agar program yang disusun nanti, kedepannya bisa searah dengan program yang di usulkan dinas perikanan. Supaya tidak adalagi ketimpangan” tutup La Mance.

Penulis : Sofyan Castell

Editor  : Belseran Ris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here