Ikan Mola-mola (Ocean Sunfish) Mati Terapung di Perairan Teluk Ambon. Apa Penyebabnya ?

0
400
Ikan Mola-Mola ditemukan dalam kondisi mati menagpung di perairan Teluk Ambon, Poka. Minggu (31/3/2019). Foto : Christ

TABAOS.ID,- Seekor Ikan Raksasa kembali ditemukan nelayan mati mengapung di perairan Teluk Ambon, Minggu (31/3/2019).

Menurut Umar, salah satu pengelola Keramba di pantai Tanjung Martafons, ikan tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut di sekitar pantai Desa Poka, Teluk Ambon, Minggu Siang, sekira pukul 13.00 WIT.

“ Ikan ini ditemukan oleh sejumlah nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar pantai poka, dalam kondisi mati. Ikan tersebut langsung ditarik beramai-ramai oleh warga kampung pisang ke lokasi keramba ini,”Ujar Umar Pengelola Keramba itu.

Ikan tersebut lanjut Umar hendak dibawa ke daratan, namun tubuhnya yang berat, meraka terpaksa menaruh ikan tersebut di samping keramba.

“Mereka berniat untuk mebawa ikan bertubuh gepeng itu ke darat namun terkendala berat tubuh,”terang Umar

Dari pantauan jurnalis tabaos.id di lokasi, terlihat ikan raksasa dengan nama Mola-mola tersebut tengah terapunng di samping keramba milik balai perikanan ambon.

Selain mengapung, kondisi tubuh dari ikan tersebut juga mengeluarkan bau yang tak sedap.

Mendapat informasi tersebut, Petugas dari Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSDPL) Sorong Wilayah Maluku didampingi Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Maluku dan Aparat Polsek Teluk Ambon langsung turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi ikan tersebut.

Satu jam setelah dilakukan pemantauan oleh petugas, ikan raksasa tersebut langsung ditarik ke pesisir pantai untuk dilakukan pengambilan sampel dari bangkai ikan tersebut.

Koordinator Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSDPL) Sorong Wilayah Maluku, Wiwit Handayani kepada sejumlah wartawan mengatakan ikan tersebut masih dalam kondisi yang baik.  “Perkiraan mati sudah dua atau tiga hari,” jelasnya.

Handayani menambahkan, dari hasil identifikasi, panjang ikan Mola-mola tersebut memilkiki panjang 2,28 meter dengan lebar 2,36 meter. Selain melakukan pengukuran, petugas juga mengambil sampel dari daging dan sisik ikan itu.

Baca Juga  Buaya Raksasa Hampir 5 Meter Ditangkap Warga Seram Timur

Saat ditanyakan wartawan penyebab kematian ikan itu, Handayani belum menjelaskan penyebabnya.

“Kami belum bisa beri penyebab kematiannya. Cuma kalau ingin tahu lebih jauh ada pemeriksaan netrofil dan itu rananhnya dokter hewan. Yang pasti besar kemungkinan ikan ini terdampar, yang jelasnya dari hasil pemeriksaan kami, tidak ada penyebab tunggal kematian sejumlah spesies yang akhir-akhir ini terjadi.” Jelas Wiwit.

Namun jelas Koordinator  LPSDPL  ini, pihaknya akan bekerjasama dengan instansi berwenang lainnya  untuk memastikan lebih penyebabnya.

Koordinator Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSDPL) Sorong Wilayah Maluku, Wiwit Handayani kepada sejumlah wartawan di Lokasi Penemuan Ikan Mola-mola, di Pesisir Pantai Tanjung Martafons, Poka. Minggu (31/03/2019) siang.

Ikan bertubuh bulat pipih yang hidup di perairan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Bali itu tercatat sudah dua kali mati di perairan Ambon, Maluku.

Sebelumnya, pada 11 januari 2019 lalu  ikan langka ini juga terdampar dan mati di pantai Waihaong Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Ikan tersebut, diduga mati karena kehabisan oksigen karena perairannya yang dangkal.

Dari informasi dari beberapa situs, Ikan mola mola banyak hidup di perairan negara tropis. Mola mola begitu unik dengan bentuk badannya yang bulat pipih, bersirip menjulang ke atas dan ke bawah. Matanya besar dan jenaka, dengan gerakan tubuh yang lamban. Sekilas tampak seperti bakso yang gepeng.

Mola mola dikenal dengan sebutan ocean sunfish, alias ikan yang gemar mencari sinar matahari. Setelah lama menyelam, ikan ini akan berenang mendekati permukaan laut untuk berjemur sejenak.

Di Indonesia mola-mola banyak hidup di perairan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Perairan di sana biru jernih dengan terumbu karang yang berwarna-warni.(T05)

Baca Juga  Cuaca Buruk, KM Rahmat Wijaya Hilang di Perairan Banda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here