Ironi, Sumbang Emas Untuk Maluku, Pahlawan Olahraga Diinapkan di Kolong Stadion

0
232

TABAOS.ID,- Seperti dilansir Tribun-Maluku.Com, Eufaria keberhasilan tim atletik Maluku yang mampu meraih 8 medali pada ajang Pra PON tahun 2019 di Cibinong Jawa Barat, ternyata tidak sejalan dengan apa yang mesti terima para pahlawan olah raga itu. Hal ini menambah daftar panjang olah raga dan atlet Maluku tidak menjadi prioritas pembangunan.

Dua atlit putra Maluku, yakni Empy Pelamonia dan Anies Pelamonia perengut medali emas dalam ajang tersebut, diganjar penghargaan diinapkan di kolong Stadion Mandala Remaja Karang Panjang Ambon. Sebelumnya atlet marathon Berhitu yang juga tak dapat apresiasi usai mendapat medali emas di Malaysia.

Sama-sama tidak beruntung, dua atlet peraih emas, yakni Empy Pelamonia dan Ais Pelamonia, harus melewati hari hari mereka dibawah kolong Stadion Mandala Remaja Kota Ambon. Diinapkannya kedua peraih emas untuk Maluku dalam ajang Pra PON 2019 di Cibinong ini, dibawah kolong Stadion Mandala Remaja Karang Panjang Ambon mengundang pertanyaan beberapa pihak. Mereka beranggapan hal tersebut sangat tidak manusiawi. Lantaran Pemerintah Provinsi Maluku memiliki wisma atlet yang dilengkapi sarana kamar tidur.

Empy Pelamonia peraih emas nomor lari 800 meter putra yang dihubungi media ini via telpon genggamnya Jumat (9/8/2019) mengakui dirinya bersama Anies Pelamonia peraih emas nomor 1500 meter putra dan medali perunggu nomor 5000 meter putra mengakui. Sudah dua hari keduanya diinapkan di tempat tersebut.

“Kami diinapkan di sini lantaran ada janji dari Pengurus PASI Maluku, bahwa kami akan diketemukan dengan gubernur Maluku, ” ujarnya.

Menyinggung mengenai peran KONI Provinsi Maluku saat pelaksanaan event Pra Pon Atletik di Jawa Barat itu, baik Empy maupun Anies langsung menarik nafas berat. Keduanya mengakui tidak ada peran KONI Maluku sama sekali bagi tim atletik Maluku pada event tersebut.

Baca Juga  Kritik ‘Jakarta’, Betkraf Cetak Mata Uang Maluku

“Pak, katong tim atletik Maluku saat Pra PON kemarin cuma makan nasi dan tempe saja. Kalau ada uang barulah katong bisa makan ikan. KONI Maluku seng perhatikan katong. Bahkan jacket training saja kami tidak punya, ” papar keduanya.

Selain itu para atlit dan pelatih atletik Maluku harus merogoh kocek sendiri untuk membayar biaya transportasi dari dan ke lokasi pertandingan.

Menyinggung mengenai uang saku, kedua pelari asal negeri Haria yang bercita cita ingin menjadi anggota TNI atau Polri ini mengakui, mereka hanya diberikan uang saku sebesar Rp. 500 ribu per orang oleh KONI Maluku.

“Bahkan yang lebih miris lagi ketika kami hendak kembali ke Maluku, pelatih kami yakni Ibu Marla Sapulettr, pak Chris dan pak Ruben Sapulette menghubungi KONI Maluku guna meminta uang tiket bagi tim kami tim atletik Maluku kembali ke Ambon. Namun bendahara KONI Maluku menyampaikan bahwa KONI maluku tidak punya uang dan akan diusahakan. Namun ketika pelatih kami menelepon kembali HP yang bersangkutan tidak aktif, ” urai Empy.

Ditambahkannya, tim atletik Maluku dapat kembali ke Kota Ambon, dengan biaya tiket yang ditanggung pelatih mereka, sedagkan KONI Maluku hanya memberikan janji janji manis saja.

Berita yang sama sebelumnya telah dimuat Tribun-Maluku.Com dengan judul: Sumbang Emas Untuk Maluku, Malahan Diberi “Hadiah” Diinapkan Di Kolong Stadion.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here