Lima Desa di Seram Barat Terisolir, Kades Huku Kecil Minta Tolong

0
1215

TABAOS.ID,- Lewat pesan WhatsApp (27/08) ke pada redaksi tabaos.id, Yopie Bitalessy Kepala Desa Huku Kecil kecamatan Elpaputih Kabupaten Seram Bagian Barat mengirimkan pesan singkat dan video yang memperlihatkan desanya dan 4 desa lainnya yang bertetangga terisolir.

Selain Desa Huku Kecil, ada pula Desa Sumeith, Desa Pasinaru, Desa Ahiolo, Desa Watui dan Desa Abio. Kondisi dan keadaan masyarakat yang terisolir, tentu saja memprihatinkan.

Empat video yang dikirmkan Yopi memperlihatkan jalan yang putus dan juga warga yang bergelantungan pada seutas tali untuk menyeberang sungai.

“Keterisolasian itu karena akses jalan satu-satunya yang digunakan masyarakat lima desa terputus akibat banjir dan longsor”, tulis Yopie.

Ditambahkannya, kondisi ini tentu saja membutuhkan perhatian Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur maupun Provinsi Maluku, bahkan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo.

“Kami disini sangat butuh campur tangan dan perhatian pemerintah. Karena kalaupun ada warga yang sakit harus ditandu kurang-lebih 34 km dengan memakan waktu 6-8 jam karena tidak adanya tenaga kesehatan di desa”, ungkapnya.

Keadaan yang memprihatinkan ini bukan saja karena jalur transportasi terputus. Saat jalan masih terhubung pun harga ojek untuk pulang-pergi mencapai lebih dari 600 ribu rupiah, sehingga warga juga kesulitan membawa hasil kebunnya untuk di jual ke pasar.

“Ini menjadi kendala terbesar buat kami warga dari lima desa tersebut, bagaimana masyarakat mau sejahtera kalau kondisi akses jalan seperti ini. Karena itu sekali lagi kami mohon perhatian serius dari semua pihak yg berkepentingan”, harap Yopi.

Ia mengatakan, kalau seluruh masyarakat di Pulau Seram, terutama di wilayah desa-desa yang saat ini terisolir, juga adalah warga negara Indonesia, yang harus pula mendapat perhatian dari negara.

Baca Juga  Tualeka Kritisi Posko Covid-19 Di Perbatasan Ambon - Maluku Tengah

“Karena kami juga warga negara Indonesia yang notabene 77 tahun dinyatakan telah merdeka tapi kami seperti belum merasakan arti merdeka atau kemerdekaan, mohon diperhatikan”, harap Yopi mewakili masyarakat desa yang saat ini terisolir.

Jurnalis warga: Yopie Bitalessy                     
Editor: Cantika Muhrim