Lokalisasi Ambon Off, Aplikasi Mi Chat Ramai Dipakai untuk Transaksi “PSK”

0
723

TABAOS.ID,- Beredar transaksi online yang akhir-akhir ini marak terjadi pada sejumlah aplikasi online membuat sebagian masyarakat mulai resah. Karena itu tabaos.id mencoba melakukan liputan mendalam secara online  menggunakan aplikasi tersebut.

Ternyata aplikasi yang digunakan adalah Mi Chat. Dari penelusuran, media ini, menemukan transaksi online yang dilakukan oleh wanita yang diduga Pekerja Seks Komersil (PSK).

Mi Chat memang belakangan ini marak digunakan untuk proses prostitusi online diduga oleh sejumlah PSK. Adapun transaksi yang digunakan bervariasi dari tarif tinggi hingga terendah, dijajakan secara terbuka pada aplikasi tersebut.

Hasil penelusuran tabaos.id pada akun Mi Chat, tarif harga seorang wanita yang menjajakan dirinya pada aplikasi tersebut beragam mulai dari tarif tiga ratusan hingga jutaan rupiah per jam-nya sekali kencan dan juga per-malam.

Salah satu PSK yang sengaja dibooking (Senin, 24 Agustus 2020) untuk diwawancarai, di sebuah penginapan di Ambon. Sebut saja Sri (Nama samaran) merupakan wanita janda beranak dua. Ia mengungkapkan bahwa dirinya melakukan kegiatan prostitusi online karena latar belakang keluarga yang tak mampu dan pendidikan sekolah yang hanya sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Abang, beta (saya) bikin bagini karna untuk hidupi beta keluarga dan anak. Beta suami su (sudah) seng (tidak) ada lagi, anak tambah hari semakin besar makanya beta harus kerja ekstra, walaupun Covid-19 beta harus kerja, kalau seng (tidak) mau makan apa? Lagian jua beta hanya skolah sampai SMP sehingga sulit kalau cari pekerjaan lain”, ungkapnya

Dijelaskan oleh Sri menyadari bahwa apa yang dilakukan olehnya adalah sebuah kesalahan, tetapi untuk melanjutkan hidup hal ini sengaja dilakukan, mengigat dirinya adalah tulang punggung bagi keluarga.

Baca Juga  Kesal Tuntutan Mereka Tak Ditanggapi Pemerintah, Eks Kariawan Perusahan Udang Bawa Keluarga Menginap di Kantor DPRD

“Beta mau buat apa lai, pernah beta kerja di rumah makan tapi dipecat tanpa sebab. Beta mencoba lagi cari kerja halal tapi seng dapat, makanya beta kerja seperti ini. Ya beta tau bahwa apa yang beta lakukan mungkin salah tapi masalah hidup yang buat beta seperti ini”, ungkapnya.

Dirinya juga mengaku semua ini juga untuk biaya sekolah anaknya. “Apa lagi beta harus kasih sekolah beta pung anak, kalau beta tidak kerja sapa yang kasih sekolah dong? Sapa yang kasih makan dong? Makanya meski salah Beta jalani saja”, tutur Sri di penginapan yang biasa dipakai untuk melayani pria hidung belang

Harapnya agar kedepan jika ada pekerjaan yang layak baginya, dia tidak akan lagi melakukan pekerjaan menjadi PSK. Ia ingin bekerja halal, seperti pada umumnya untuk meghidupi anak-anak kelak.

“Ya kalau besok-besok ada kerjaan yang lebih baik pasti beta seng (tidak) sama begini (PSK). Beta juga merindukan pekerjaan layak dan halal untuk menghidupi beta punya anak-anak dengan hasil kerja yang halal” tutup Sri. (T-07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here