Maluku Rawan Tsunami, BMKG Himbau Warga di Sekitar Pantai Waspada

0
586
Foto : Ilustrasi Tsunami

TABAOS.ID,-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat di Maluku untuk lebih waspada terhadap potensi tsunami di daerah tersebut. Sebab, Maluku menjadi salah satu daerah rawan tsunami di Indonesia.

“Maluku masuk daerah rawan tsunami. Jadi kepada nelayan dan warga di pesisir pantai agar lebih waspada jika merasakan guncangan yang kuat segera saja lari ke gunung atau ke tempat yang lebih tinggi,” imbau Kepala BMKG Dwikorita Karnawati kepada wartawan di Ambon, Senin (25/3/2019).

Dia mengungkapkan, Maluku sangat berpotensi tsunami karena banyak gunung berapi di bawah laut yang bisa menjadi pemicu. Ketika gunung berapi itu erupsi, lereng longsor hingga menimbulkan tsunami.

Dia menjelaskan, tsunami saat ini tidak hanya dipicu oleh terjadinya gempa bumi dengan magnitudo yang besar, tetapi juga dapat terjadi karena adanya erupsi gunung berapi di bawah laut yang menyebabkan terjadinya patahan.

“Kalau ada gempa di dasar laut dengan kekuatan 7 SR itu bisa membangkitkan tsunami, seluruh dunia menggunakan sistem itu, namun setelah kejadian Selat Sunda di situ tiba-tiba ada tsunami, tapi kok tidak ada gempa.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat diwawancarai sejumlah wartawan di hotel Marina, Ambon, Senin (25/3/2019) Foto : Usman

Itu pun bisa terjadi di wilayah Maluku, karena banyak gunung berapi bawah laut di sini,” ungkapnya.

Selain kasus Selat Sunda, Dwikorita juga mencontohkan peristiwa tsunami Palu yang terjadi begitu cepat.

Padahal gempa yang terjadi sebelumnya berada di perbatasan antara laut dan darat.

“Gempa seperti di Palu itu patahannya patahan geser yang tidak mungkin mengungkit air laut dan terjadinya berbatasan dengan darat sehingga tidak harus menimbulkan tsunami tapi terjadi juga tsunami, karena memang penyebabnya bukan gempa tapi ada longsor tebing pantai itu bisa terjadi di sini,” katanya.

Dia menambahkan, Maluku sebagai daerah rawan tsunami harus lebih siap dan waspada. Karena itu, warga tidak hanya bergantung pada peringatan dini tsunami tetapi harus lebih tanggap terhadap bencana.

Baca Juga  Anomali Kelahiran Kotaku, Ambon

“Kami mengajak para nelayan masyarakat dan pemda untuk meggunakan kearifan lokal apabila dirasakan gempa yang kuat meski tidak ada peringatan dini, segera evakuasi mandiri ke arah gunung. Para nelayan di pantai juga harus seperti itu, harus lebih waspada,” imbaunya.(T05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here