Masyarakat Adat MBD : Garuda di Dada-Ku, Perut di Timor Leste

0
555
Terlihat beberapa pamflet aksi bertuliskan, “Aksi Joget blok Masela hilang Perawan” dan “Garuda di Dadaku Perutku di Timor Leste” mewarnai jalannya aksi masyarakt maluku barat daya (MBD), senin pagi di depan kantor gubernur Maluku.

TABAOS.ID,- Aksi unjuk rasa puluhan masyarakat dan mahasiswa MBD ditunjukan dalam sejumlah pamfel dan juga spanduk penolakan terhadap AMDAL Blok Masela.

Terlihat beberapa Pamflet aksi bertuliskan, “Aksi Joget Blok Masela hilang Perawan” dan “Garuda di Dadaku Perutku di Timor Leste” mewarnai jalannya aksi mereka. Mahasiswa ingin menunjukan bahwa, Pemerintah tidak pro terhadap masyarakat MBD yang secara geografis, blok masela berada di bumi Kalwedo.

Salah satu orator, Jordan Samloy menilai  pemprov Maluku dan PT Inpeks selaku operator telah membuat kebijakan tidak melibatkan Kabupaten MBD adalah sesuatu yang salah.

Masyarakat MBD sangatlah diisolasikan, sementara kajian analisis dampak lingkungan (Amdal), MBD termasuk daerah terdampak. “Tinggal di Indonesia, Perut Kita di Timor Leste,” tegas Jordan dalam orasinya itu.

Dimana, dari segi kesehatan, sosial dan ekonomi di Kabupaten MBD, selalu datangnya dari Timor Leste. Fasilitas kesehatan sangatlah tidak memadai.

“beta mau bilang, Garuda di dadaku perut kita Timor Leste. Persoalan sosial selalu di bahwa ke Timor Leste sementara hasil bumi kita banyak,” teriak Jordan Samloy.

Sehingga mahasiswa dalam tuntutannya itu menilai, adanya diskriminasi Pemeprov Maluku PT inpeks, dalam pengelolaan blok masela. Karena, pemprov dan PT Inpeks tidak menghadirkan pemdah MBD dalam apembahasan blok masela.

Begitu pula, tidak ada keterlibatan Unpatti dalam pembahasan analisis dampak lingkunga gas abadi masela. Sehingga, puluhan mahasiswa ini menolak analisis dampak lingkungan oleh pemerintah maupun perusahan PT. Inpex di bumi Kalwedo. Karena, tidak dimasukan MBD sebagai daerah terdampak.

Seruan menemui Murad Ismail belum juga ditemukan. Masa aksi yang saling berlawanan dengan petugas Sat Pol PP dan personil Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease. Pintu pagar depen kantor Gubernur Maluku itu, digoyang dan aksi bakar-mebakar didepan Kagub Maluku.

Baca Juga  5 Bulan Ditetapkan Sebagai Tersangka, Status Pelaku Ilegal Logging di Hutan Sabuai Mengambang

Murad Ismail kunjungan keluar. Aksi terus memanas hingga siang ini, mereka menyebut ” Gubernur Penghianat. Gubernur Pengecut,” teriak massa aksi dengan lantang. Hingga senin sore, aksi masih terus berjalan. Mereka terus berupaya untuk menemui Murad Ismail selaku Gubernur Maluku.

Aksi unjuk rasa dari gabungan dari puluhan mahasiswa dan masyarakat asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) untuk menyuarakan kekesalan mereka terhadap kebijakan pemerintah Provinsi Maluku dan PT Inpeks yang tidak menghadirkan Kabuapten MBD dalam pembahasan Blok Masela.

Para aksi yang dikordinatori oleh, Benny Yermias dan Jhon Karuna itu menggelar aksi sejak pukul 09.30 wit, didepan pintu pagar, kantor Gubernur Maluku. Mereka ingin menjumpai Gubernur Maluku, Murad Ismail yang gagal dalam membuat kebijakan pengembangan Blok Masela. (T-06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here