Menyikapi Masalah Insentif Nakes, DPRD Maluku Panggil Direktur RSUD Umarella

0
432
Foto: Pelaksanaan Rapat bersama Kepala Dinas Kesehatan Maluku serta Direktur dan Kepala Keungan RSUD Dr Umarella Tulehu digelar pada Pukul 10.00 Wit pagi, Rabu (03/01/21) dilantai II Gedung paripurna DPRD Maluku.

TABAOS.ID,- Dalam rangka membahas terkait hak-hak dan tunjangan para medis Anggota tim I pengawasan Tugas Covid-19 DPRD Provinsi Maluku mengelar rapat bersama Kepala Dinas Kesehatan Maluku serta Direktur dan Kepala Keungan RSUD Dr Umarela Tulehu.

Hal ini dikarenakan, adanya informasi yang beredar terkait dengan pemotongan insentif dan jasa tenaga kesehatan (Nakes) di rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr, H. Ishak Umarella di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Setelah pelaksanaan rapat dilakukan, Anggota DPRD Maluku, Rofik Akbar Afifudin saat ditemui awak media mengungkapkan, terkait pemberian insentif harusnya ada pengelompokan besar sehingga tidak adanya kelebihan uang saat pemberian insentif dilakukan.

“Jika pemberian insentif adanya pengelompokan ya pengelompokan yang besar jangan kecil-kecil akhirnya hitung uang lebih, karna setiap kebijakan itu bersumber dari pimpinan,” ungkapnya di lantai II gedung Paripurna DPRD Maluku Rabu, (03/02/21).

Rofik menganalogikan, pengambilan kebijakan pada sebuah perusahaan dimana seharusnya memiliki standar yang dapat diketahui.

“Kalau memberi kebijakan pada sebuah perusahaan harus mempunyai standar yang diketahui jangan sampai kebijakan like and dislike (suka dan tidak suka) tadi dia bilang (kadis kesehatan) saya siap mendapat fitnah dan sebagainya, itu resiko siapa saja bukan hanya pemimpin,” imbuhnya

Ia juga menegaskan, masalah yang muncul di rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr, H. Ishak Umarella terkait kebijakan yang tidak clear (selesai) dibawah.

“Cuma yang ingin saya tegaskan masalah ini sudah muncul berarti kebijakan dia tidak clear dibawah. Ini hak orang maka kita harus ketemu sama orang, Kalau anda mau berbagi, maka berbagilah dengan iklhas jangan dipersoalkan, kalau anda tidak mau berbagi maka yang tidak mau berbagi dipisahkan,” tegasnya

Lebih lanjut kata Rofik, persoalan yang ada dapat menjadi bola liar serta membentuk persepsi berbeda ke Publik.

“Nah dia sudah muncul menjadi masalah seperti ini kan menjadi bola liar. Karena orang akan melihat persoalan ini dari dua persepsi yang pertama persepsi tanpa prasangka, artinya ini kebijakan beliau yang baik ingin memberikan pada semua orang, atau yang kedua bisa saja orang mengira ada terjadinya markup, bisa saja ada dugaan seperti itu,” bebernya

Pihaknya juga mengungkapkan, terkait persoalan di RSUD Umarella DPRD Maluku akan turun kelapangan untuk memastikan informasi terkait pemotongan insentif dan jasa tenaga kesehatan pada RS tersebut.

“Ya, ini kan ada dugaan seharusnya dapat diterima karna hal ini sudah keluar di media. Untuk itu pihak DPRD akan turun dan memastikan terkait persoalan yang ada di Umarella,” tutupnya

(T-07)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here