Murad: Tidak Ada Namanya Pemindahan Ibu Kota Dari Ambon ke Makariki

0
1137
"Tidak. Tidak ada pemindahan ibu kota," kata Gubernur Maluku, Murad Ismail yang diwawancarai sejumlah awak media usai acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 di Gedung Siwalima, Karang Panjang, Senin (9/7/2019).

TABAOS.ID,- Rencana pemindahan  ibu kota Provinsi Maluku dari Kota Ambon ke Makariki Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah dipastikan tidak akan terjadi. Meski sebelumnya, isu tersebut kerap diserukan pasangan Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku saat ini selama massa kampanye lalu.

“Tidak. Tidak ada pemindahan ibu kota,”  kata Gubernur Maluku, Murad Ismail yang diwawancarai sejumlah awak media usai acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 di Gedung Siwalima, Karang Panjang, Senin (09/07/2019).

Butuh waktu yang lama dan anggaran besar untuk pemindahan ibu kota provinsi, diduga menjadi alasan utama pembatalan rencana tersebut. Memang, pemindahan ibu kota provinsi bukanlah hal mudah, karena harus membangun kembali berbagai infrastruktur untuk penunjang berjalannya roda pemerintahan

“Saya sudah ke Jakarta untuk membicarakan masalah tersebut. Tapi, tidak mudah pindahkan Ibu Kota. Sebab, kita pindahkan Ibu Kota, berarti harus pindahkan juga Polda dan juga markas Pangdam, Kajati dan lainnya,” ujar Murad pada media Maret 2019 lalu.

Sebelumnya, rencana pemindahan ibu kota provinsi Maluku, telah dicanangkan sejak masa kepemimpinan Karel Albert Ralahalu. Bahkan, pada 24 Agustus 2013, telah ada penandatanganan prasasti pemindahan ibu kota Maluku ke Makariki Kecamatan Amahai oleh Karel Albert Ralahalu dan sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku.

“Tanggal 24 Agustus nanti, kami bersama pimpinan DPRD Maluku akan menandatangani prasasti pencanangan pemindahan ibu kota provinsi di Makariki,” kata Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu di Ambon, kala itu.

Pencanangan ibu kota provinsi saat itu dilakukan karena sejumlah argumentasi yang melandasi kebijakan dimaksud. Seperti percepatan pembangunan perkotaan di Kota Ambon di waktu mendatang tidak lagi seimbang dengan daya dukung kelayakan. Luas wilayah dan angka pertumbuhan penduduk adalah salah satu indikator yang menjadi pertimbangan pemerintah saat itu.

Baca Juga  'Penonton' Kecewa, Ibarat Baru 'Ereksi' Sudah 'Ejakulasi'

Pemindahan itu juga didukung dengan mempertimbangkan indikator lain. Salah satunya potensi wilayah di Makariki yang terletak di Pulau Seram, dianggap cukup mendukung untuk dikembangkan sebagai Ibu Kota baru Provinsi Maluku.(T06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here