Musisi Maluku, Belajarlah dari Glenn Fredly

0
7365

“Glenn selain kuat dalam karya dan musikalitas, kemampuan beradaptasi dalam industri musik yang kita tahu sangat kompetitif, adalah model yang bisa turut menginspirasi.”

Oleh: Ikhsan Tualeka

Hampir satu tahun sudah sahabat dan saudara kita Glenn Fredly pergi untuk selamanya, tapi ada saja yang bisa dipelajari dari karir sosok yang satu ini. Konsistensi dan eksistensi sebagai musisi barangkali adalah hal penting yang perlu dipelajari darinya, terutama oleh para musisi, yang bakat alamnya tumpah-ruah di Maluku. 

Dengan belajar dari perjalanan karir Glenn, kedepan akan ada banyak musisi yang bisa eksis di industri musik nasional, bahkan internasional. Sehingga talenta muda Maluku tidak hanya ‘jago kandang’, tapi juga mampu merajai blantika musik, seperti yang telah Glenn buktikan.

Mulai muncul di industri musik tanah air, Glenn Fredly memang mencuri perhatian, lewat suara yang khas dan lagu-lagu yang enak didengar. Sesuatu yang mempertegas orang Ambon (baca: Maluku) memang punya ‘kekuatan’ di bidang olah vokal.

Ada banyak penyanyi asal Maluku yang sudah pula dikenal luas. Sebut saja Bob Tutupoli, Broery Marantika, Utha Likumahua, Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Andre Hehanussa, Lita Zen, Melky Goeslaw dan Melly Goeslaw, Minggus Tahitoe dan Marcello Tahitoe, dan lainnya.

Tapi Glenn sedikit berbeda, bukan hanya penyanyi yang jago di panggung, tapi sukses juga di industri musik. Albumnya selalu ditunggu, hits-nya diputar di TV dan radio. Di tempat karaoke hampir pasti ada lagu Glenn yang turut dinyanyikan pengunjung.

Ini yang beta kira adalah sisi penting yang harus dipelajari oleh para musisi muda, khususnya dari Maluku. Daerah ini memiliki banyak talenta dengan kualitas suara yang mumpuni, tapi rasanya belum banyak yang eksis hingga memberi efek ekonomi yang besar bagi diri dan keluarga-nya.

Kiprah dan jalan yang sudah ditempuh Glenn di industri hiburan tanah air wajib dicontoh bila ingin sukses dan eksis. Glenn selain kuat dalam karya dan musikalitas, kemampuan beradaptasi dalam industri musik yang kita tahu sangat kompetitif, adalah model yang bisa turut menginspirasi.

Glenn mampu menunjukan kapasitas dalam beradaptasi di era digital dengan cara aktif di media sosial. Lewat Instagram dan juga YouTube, Glenn dapat menjangkau dan terlibat dengan fans secara pribadi, juga membantunya dalam penjualan tiket konser, termasuk merchandise.

Menunjukan kemampuannya dalam melihat industri musik yang memang telah berubah. Glenn kemudian menyesuaikan ke digital streaming musik, belakangan sebelum mangkat, ia juga kerap mengenalkan produknya dengan memaksimalkan jaringan distribusinya melalui internet, seperti Spotify.

Meskipun terkait digitalisasi ini ada beberapa kontroversi karena ada musisi yang tidak setuju pada layanan ini. Tapi adaptasi terhadap perkembangan zaman, setidaknya memungkinkan para musisi, seperti Glenn dapat memperkenalkan produknya ke jutaan pengguna, dengan lebih cepat dan luas, utamanya kepada yang belum tahu atau mendengarkan karya mereka yang baru.

Dengan digital platform ini pendengar dapat mudah mencari hasil karya musisi di Vimeo, YouTube atau situs pribadi lainnya. Soal ini Glenn terbukti bisa beradaptasi dengan cepat, sehingga meski selalu muncul bakat dan talenta muda yang baru, Glenn terus memantapkan ceruk fans ‘fantastik-nya’.

Di Industri musik, Glenn Fredly juga adalah salah satu penyanyi yang selalu kritis untuk memperjuangkan hak-hak bagi seluruh musisi di Indonesia. Ia bahkan menjadi salah satu penggagas diselenggarakannya Konferensi Musik pertama di Indonesia, yang digelar pada 7-9 Maret 2018 di Ambon, Maluku.

Selain terus berusaha untuk memajukan industri musik Tanah Air, Glenn juga menaruh harapan besar agar kesejahteraan para pelaku musik dapat terpenuhi, dengan dibayarkannya royalti atas tiap karya yang diputar dimanapun. Hal ini diperjuangkannya bersama sejumlah musisi.

Glenn berpendapat, telah menjadi rahasia bersama, bila kesejahteraan musisi di Indonesia terbilang cukup buruk. Para musisi mengeluarkan karya gemilang yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, namun di masa tuanya, mereka seolah-olah terlupakan.

Dalam berbagai kesempatan Glenn, kerap sampaikan royalti yang selama ini didapatkan musisi terkait hasil karyanya, masih belum transparan. Padahal dengan transparansi musisi bisa mendapatkan keuntungan atau pendapatan yang maksimal.

Sebagai penyuka dan penikmat musik, beta menilai, semua yang dilakukan Glenn sebagai musisi perlu terus didorong dan dilanjutkan. Tidak saja agar muncul musisi baru yang eksis di industri musik, tapi juga demi makin majunya musik tanah air.

Apalagi musik adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan. Kontribusinya terhadap ekonomi kreatif, signifikan, salah satunya melalui event. Musikologi Series misalnya dapat menjadi event luar biasa, khususnya bagi generasi milenial. 

Pada kenyataannya pula, musik bersama film, animasi, dan video (aplikasi pengembang permainan) bisa mendongkrak pertumbuhan sub sektor lainnya. Misalnya film terhadap pariwisata, musik terhadap kuliner, dan masih banyak lainnya.

Event musik contohnya, dapat menjadi bagian pariwisata dan memiliki multiple effect. Karena tak hanya subsektor itu saja yang terdampak, nantinya hotel, transportasi, kuliner dan lainnya juga ikut mendapat berkah.

Catatan pendek ini sekadar memberikan perspektif Glenn efek, atau keberadaan dan pengaruhnya terhadap realitas sosial, utamanya pada passion atau lingkaran aktivitasnya, di industri musik. Harus diakui, Glenn telah memberi arti penting.

Artinya bila lahir banyak Glenn-Glenn baru di industri musik, tentu akan ada harapan dan pencapaian baru. Tidak saja bagi para musisi dan keluarga-nya, tapi juga bagi industri musik tanah air yang semakin maju dan berjaya.

Ambon, 6 Februari 2021

Penulis adalah inisiator Beta Kreatif, Founder IndoEast Network