Oknum Brimob Penganiaya Warga MBD Ditahan, Kapolda : Pelaku Akan Diproses

0
425
Ilustrasi

TABAOS.ID,- Setelah dilaporkan ke SPKT Polres Maluku Barat Daya, Oknum Brimob saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Polres MBD, Tiakur.

Oknum Brimob Polda Maluku itu diketahui melakukan pnganiyaan terhadap seorang pekerja honorer di Kementrian Pehubungan Udara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Tiakur.

Kapolda Maluku saat dikonfirmasi TABAOS.ID melalui pesan whatsapp mengatakan, oknum brimob tersebut telah ditahan di markas kompi Brimob Tiakur Moa. Oknum Brimob tersebut menurut Kapolda akan ditarik ke Mapolda Maluku.

“dia sudah ditahan, namun sebelum ditarik orangnya harus menyelesaikan kasusnya di Polres dan  Propam,” kata  Kapolda Maluku Irjen. Pol Burhanudin Djafar melalui pesan Whatsapp.

Kapoda juga meminta maaf kepada keluarga korban atas tindakan arogan yang dilakukan oleh anak buahnya itu. “ mohon maaf kesalahan anggota yang arogansi, dan tolong sampaikan kepada keluarga korban apa yang mau disampaikan,” kata Burhanudin.

Diketahui, Dominggus Konoralma (29), seorang pekerja Honorer Kementrian Perhubungan Udara, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku terpaksa dilarikan ke rumah sakit umum Tiakur, Moa, sabtu (12/9/2020) malam, sekira pukul 23.00 WIT.

Dominggus dilarikan ke Rumah Sakit, setelah dirinya mengalami luka parah akibat dianiaya oleh seorang oknum polisi. Korban babak belur setelah dihajar oleh oknum brimob Polda Maluku.

“saya baru mengetahui korban masuk rumah sakit jam 23.00 WIT. Informasinya korban dipukul oleh salah satu oknum Brimob,”kata Merry Rumaketi, kerabat Dominggus kepada wartawan, minggu (13/9/2020).

Dijelaskan Merry, korban sempat mengalami tindakan kekerasan dan penganiyaan dari oknum Brimob tersebut. Diketahui, pelaku  adalah Bripka Raja I Baumasse. Oknum brimob itu merupakan ajudan bupati MBD, Benyamin Thomas Noach.

“Ponakan saya itu adalah seorang honorer pada Kementrian perhubungan udara, Kabupaten Maluku Barat Daya. Dia babak belur,” ujar Merry.

Baca Juga  Pertama Kali di Maluku, Presenter TV Dihadirkan Sebagai Saksi Terkait Penyiaran Berita

Dari hasil visum, korban sendiri mengalami luka serius di bagian kepala dan juga hidungnya. “kami sudah visum di di RS. Dari hasil visum hidung korban ada yang retak, dan juga ada lecet di bagian kepala,” katanya

Menurut Merry kerabat korban ini, penganiyaan terhadap kemenakannya itu dilatarbelakangi masalah penempatan sewa lahan.

“yang diceritakan korban, pelaku ini sering mengancam warga terkait dengan masalah penempatan sewa lahan pemda yang pajaknya di bayar oleh masyarakat yang menyewa lahan tersebut,” ungkap dia.

Selain korban, warga sekitar pelaku tinggal juga mendapat perilaku yang sama. Beberapa warga kerap diancam hingga dianiya olehnya.

“Hal ini sangat membuat masyarakat marah, tidak terima dengan perilaku oknum brimob ini yang telah merusak nama baik institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri),” sesal Merry

Atas kasus tersebut, kerabat korban serta masyarakat setempat telah mengecam tindakan oknum brimob Polda Maluku itu.

Pihak keluarga mengharapkan Kapolda Maluku Irjen.Polisi Burhanudin Djafar, untuk segera menindak lanjuti kasus  penganiyaan itu.

“Mengingat saat ini ada masa menjelang pemilihan Bupati di MBD, maka Oknum ini juga harus di tarik dari jabatan ajudan Bupati. Selain itu kami mohon juga oknum Brimob tersebut diproses secara hukum,” harap Merry.

Diketahui, saat ini pelaku penganiyaan telah dilaporkan oleh kerabat korban ke Polres Maluku Barat Daya, di Tiakur Moa.

” kita laporkan pukul 16.00 atau jam 4 sore tadi di bagian SPKT Mapolres MBD dengan nomor : LP/99/IX/2020/Maluku/Res MBD,” kata Marry. (T-07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here