Orang Tua Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpatti Keluhkan Biaya UKT Mahal Disaat Pandemi Covid-19

0
656

TABAOS.ID,- Maraknya tuntutan mahasiswa terkait penyesuaian uang kuliah tunggal ( UKT) di masa pandemi Covid-19, kini dikeluhkan salah satu orang tua wali Fakultas Kedokteran Unpati.Pasalnya sang ibu yang tiap harinya berjualan makanan demi membantu suami sebagai pekerja swasta di Kota Ambon untuk membayar biaya pendidikan anaknya mengeluh, karna tak ada keringanan bagi anak mereka yang berkuliah di Fakultas Kedokteran Unpatti.

“Kemarin itu beta dapat info dari beta punya anak yang kuliah di kedokteran, bahwa uang semester tidak mendapat keringanan dari pihak Fakultas, yang kemarin diberikan keringanan hanya untuk mahasiswa yang mendapat beasiswa BIDIKMISI saja,” ungkap Ibu dari salah satu mahasiwa Kedokteran di Fakultas Unpatti  melalui rilis Whatsap kepada TABAOS.ID, senin (21/07/20).

Dijelaskan Ia (Orang tua Wali) sebelum ada Pandemi Covid-19 usaha jualan yang di gelutinya tidak mengalami penurunan sehingga dapat membantu Sang Suami sebagai Pekerja Swasta untuk melakukan pembayaran uang kuliah bagi anaknya.

“kalaupun ada untuk Mahasiswa yang tidak menerima beasiswa bidikmisi, itupun jika orang tuanya Cacat, meninggal atau terkena Dampak dari Covid-19 ini seperti PHK. Beta punya suami memang adalah pegawai swasta, namun selama ini beta juga berjualan makanan untuk membantu pembayaran uang semester dari anak-anak ,UKT itu sendiri berjumlah 14,5 juta tapi puji Tuhan selama belum ada Pandemi Covid-19 semuanya bisa terbantu,” rincinya.

Lanjut Ia kepada media ini lewat rilis pada pesan Whatsap (21/07) akibat Pandemi Covid-19 yang melanda Kota Ambon membuat Ia dan juga suami merasa kesulitan melakukan pembayaran UKT.

“hanya ketika Pandemi Covid-19 pemasukan kami dalam berjualan mengalami penurunan sehingga berdampak pada pembayaran uang semester ini. Beberapa hari yang lalu, beta punya anak mendapat info, bahwa salah satu Dokter sedang memperjuangkan utk mendapat pemotongan 50%, beta sudah cukup merasa bersyukur ada pikiran-pikiran baik dari para Dokter, namun ketika tadi malam beta punya anak menginfokan bahwa pemotongan uang semester itu hanya untuk orang tua mengalami PHK,” tandasnya.

Baca Juga  Kemana Anggaran Proyek Kapal Cepat Pemkab SBB Rp 7,5 Miliar?

Ia memaparkan selama ini metode pembelajaran yang diberikan pihak Kampus hanya melalui via daring sehingga tidak ada fasilitas kampus yang terpakai, begitupun dengan paket data online, untuk melakukan akses perkuliahan tidak diberikan oleh Fakultas sehingga selama ini beliau sebagai orang tua yang memfasilitasi hal tersebut.

“beta merasa bahwa beta juga mengalami dampak dari Pandemi Covid 19 ,
yang menjadi pemikiran beta bahwa, yang pertama anak-anak tidak melakukan aktifitas kuliah di Kampus, sehingga tidak menggunakan fasilitas kampus, yang memang besarnya biaya UKT itu karna Fasilitas kampus yg Mahal (peralatan di Laboratorium), yang kedua, Anak-anak kuliah secara online, sehingga kampus pun tidak memfasilitasi para Dosen terbang untuk datang ke Ambon memberikan kuliah, dan ketiga anak-anak kuliah-pun kami selaku orang tua harus menyediakan PAKET DATA atau WIFI, sehingga tidak ada satupun anggaran yang di keluarkan oleh Kampus dalam proses Kuliah ini,” bebernya.

Harapannya agar kedepan ada keringanan biaya UKT kepada anaknya yang berkuliah di Fakultas Kedokteran Unpati sehingga meringankan sedikit beban mereka selaku orang tua dalam melakukan pembayaran uang Kuliah. (T-07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here