Pasca Ambruk 2018, Jembatan Fair Terabaikan,Warga Mulai Kesulitan Air Bersih. Pemerintah dimana ?

0
370
Jembatan Fair yang menjadi penghubung Dusun Fair Desa Tual, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual dengan Taman Vat Wahan, Kabupaten Maluku Tenggara, terlihat dalam kondisi ambruk, Minggu (2/12/2018). (Dok. Istimewa)

TABAOS.ID,- Pasca ambruknya jembatan penghubung antara Desa Fair Kec. Dulah Selatan, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, warga berharap adanya perhatian serius baik Pemerintah Daerah, Provinsi bahkan Pemerintah Pusat untuk melakukan  perbaikan terhadap jembatan penghubung yang ambruk pada bulan desember 2018 lalu .

Hj. Saleh, salah satu warga Desa Fair, Kecamatan Dulah Selatan kepada tabaos.id, Senin (04/03/2019) mengaku resah dengan kondisi saat ini, pasalnya hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan jembatan oleh pemerintah.

Menurutnya, hingga kini warga hanya bisa menggunakan alat transportasi laut yakni  speedboat dan perahu untuk melakukan penyebarangan ke Kabupaten maupun ke Kota Tual.

“ Kami sangat kesulitan untuk ke Langgur atau ke Kota Tual, dan akses yang bisa kami pakai ini hanya perahu,”Ujar Saleh

Saleh juga mengaku, selain putusnya satu-satunya akses jalan tersebut, warga di Desa Fair ini juga kesulitan air bersih guna kebutuhan sehari-hari.

“Ya dari dulu, kita warga Desa fair ini kan hanya bergantung air bersih di Langgur dan Kota Tual, jadi pasca Ambruk kita sangat kesulitan,” akui Saleh

Saleh berharap  agar Pemerintah Daerah setempat bisa secepatnya bertindak untukmemasok air bersih di desa mereka.

Tambah Saleh, untuk sementara ini warga hanya bisa menerima pasokan air dari saluran Rumah Sakit yang berdekan dengan desa Fair.

“Sekarang, kami sementara mengambil air dari saluran Rumah Sakit, namun itu juga tidak mampu untuk melayani kebutuhan warga yang jumlah penduduknya kurang lebih 700 orang,”Kesal dia

Untuk itu, Saleh dan warga Desa Fair berharap pemerintah secepatnya membangun jembatan penghubung tersebut.

Jembatan Fair yang menjadi penghubung Dusun Fair Desa Tual, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual dengan Taman Vat Wahan, Kabupaten Maluku Tenggara, ambruk bersama empat orang warga dan dua unit sepeda motor.

Baca Juga  Kembalikan Hutan Aru dan Tangkap Mafia Kayu

Insiden jatuhnya jembatan kayu ini ketika empat orang warga Dusun Fair, Kota Tual, Maluku, melintas di atasnya. Diduga ambruknya akibat putusnya kawat seling baja sebelah kiri. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (1/12/2018), sekira pukul 18.00 WIT.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Tapi, Nursobah Ohoirenan (23) menderita luka robek di pelipis kanan. Ibu rumah tangga ini diduga terbentur kayu Jembatan naas itu.

Korban lainnya La Arif Langkaudi (25). Pegawai salah satu perusahan swasta, ini mengalami sesak nafas, setelah diduga menelan air laut. Korban lainnya Salamu Raharusun (31). (T05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here