Pertama, Kepala Daerah di Maluku Menyalurkan bantuan Sembako Untuk Mahasiswa Di Ambon

0
202
Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Yasin Payapo, saat membagikan bantuan sembako kepada mahasiswa asal SBB di Kota Ambon yang tidak pulang kampung sebagai dampak Covid-19. Foto : Usman

TABAOS.ID,- Untuk Memutus mata rantai pandemic covid-19, masyarakat diharapkan untuk mengikuti aturan yang diterapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Sosial Distancing, jaga jarak, pakai masker, hingga mencuci tangan selalu dihimbau oleh pemerintah kepada masyarakat demi mencegah virus corona. Begitupun juga mudik maupun pulang kampung secara besar-besaran oleh masyarakat maupun para pelajar.

Dan untuk mencegah mudik secara besar-besaran, pemerintah daerah mulai menerapkan pencegahan terhadap warga yang berasal dari wilayah zona merah. Kota Ambon salah satunya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan, telah menerapkan aturan pembatasan untuk melarang warga kabupaten seram bagian barat yang berdomisili di wilayah zona merah pandemic covid-19 untuk pulang kampung. Termasuk pelajar dan pekerja.

Tak hanya melakukan aturan pembatasan regional, namun pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) juga melakukan langkah untuk penanganan akibat pandemic covid-19. Salah satunya dengan pembagian bantuan sembako.

Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Yasin Payapo akhirnya menepati janjinya untuk membagikan paket sembako kepada mahasiswa asal SBB di Kota Ambon yang tidak pulang kampung sebagai dampak Covid-19.

“Mahasiswa yang menerima sembako sebanyak 288 orang diantaranya Universitas  Pattimura  (UNPATTI) Ambon 102 orang, Universitas Darussalam (UNIDAR) Ambon 15 orang, UKIM 20 orang, IAIN 41 orang, IAKN 7 orang, Poltek 13 orang, STIKES 4 orang, POLTEKES 1 orang, STIKOM 1, STIA 1 orang. Sementara 83 orang tidak mengetahui universitasnya,” kata Bupati SBB kepada wartawan seusai penyerahan paket sembako di lokasi Kampus UNPATTI  Ambon Rabu, (20/5/2020).

Pemberian bantuan paket sembako menurut  bupati  sebagai bukti bahwa Pemerintah SBB hadir untuk warga di tengah pademi covid-19. Olehnya bupati meminta agar paket sembako ini diterima mahasiswa SBB. Dan jangan lupa mahasiswa juga wajib membawa Kartu Mahasiswanya, KTP SBB dan KRS.

Baca Juga  Rapid Test Kejati Maluku, 4 Pekerjanya Reaktif

“Data mahasiswanya harus benar. Mahasiswa yang betul betul aktif. Kita bantu adik adik mahasiswa karena tidak pulang ke kampung. Mudah mudahan dengan pemberian paket sembako dapat sedikit membantu kalian,”ujarnya. (T-02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here