Ritual Fatimah di Matasiri, Napak Tilas Perjalanan Hidup Salah Satu Wanita Mulia di Muka Bumi

0
512

Catatan: Bara Api

Eksistensi masyarakat adat Matasiri, Hatuhaha dalam menjaga kemurnian Islam tak diragukan lagi. Hampir seluruh perayaan ritual agama telah melekat kuat bahkan mengakar sebagai adat kehidupan mereka.

Selain itu, penghargaan tertinggi juga selalu diberikan kepada junjungan Nabi Muhammad S A W dan zuriatnya. Di Matasiri, perayaan Maulid Nabi Muhammad bahkan dirayakan sebulan penuh.

Salah satu yang juga tidak kalah penting adalah napak tilas perjuangan Saidina Ali bin Abi Thalib dalam mempertahankan kehormatan Islam yang digelar dalam bentuk Ma’atenu setiap tiga tahun sekali.

Selain Ma’atenu yang notabene untuk laki-laki, ada pula Ritual Fatimah sebagai penyempurnaan bahwa kaum perempuan ada pada posisi sangat berharga di Matasiri.

Ritual Fatimah adalah perjalanan spiritual yang wajib diikuti oleh para perempuan yang berasal Matasiri, atau mereka yang beruntung bersuamikan para lelaki Matasiri.

Dalam perayaan di penghujung tahun 2023 atau di tahun 1445 Hijriah ini, salah satu peserta yang mendapat kesempatan terbaik ini adalah Widiya Said Latuconsina, Istri dari Brigjen Mar. Said Latuconsina,

Meskipun acaranya hanya sehari, tapi melibatkan ratusan peserta. Bukti bahwa, Matasiri selalu meletakan dan menjadikan kehidupan Nabi Muhammad dan keturunannya sebagai teladan, terutama putri bungsu sang Rasulullah, Fatimah yang merupakan istri dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Dalam ritual tersebut, semua perempuan menutup diri mereka secara total dengan kain putih dari ujung kepala sampai ujung kaki di ‘Rumah Fatimah’ kemudian berjalan menuju Asari Matasiri.

Pesertanya hanya bisa tunduk, diam, sambil berzikir, sebuah manifestasi bahwa perempuan adalah mereka yang berjuang di jalan sunyi, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk dunia demi menjaga keseimbangan kehormatan keluarga.

Fatimah memang adalah salah satu wanita paling spesial. Karena dikelilingi oleh orang-orang hebat. Siti Fatimah atau yang dikenal dengan Fatimah Az Zahra merupakan putri bungsu dari Nabi Muhammad SAW dengan ibunda Siti Khadijah.

Baca Juga  Jodih Lumatalale, Jurnalis, Aktivis LSM LIRA dan Pengurus MOI Maluku Meninggal, Diduga Tak Wajar

Kisah hidupnya menjadi suri tauladan bagi perempuan Islam maupun umat Muslim di seluruh dunia. Kelahirannya pada hari Jumat, 20 Jumadil Akhir, tahun kelima setelah kenabian, bertepatan dengan satu peristiwa besar di Makkah.

Yaitu saat ditunjuknya Rasulullah sebagai penengah ketika terjadi perselisihan antara suku Quraisy tentang siapa yang berhak meletakan kembali Hajar Aswad setelah Ka’bah diperbaharui.

Kala itu dengan kecerdasan akalnya, baginda mampu memecahkan satu persoalan pelik yang hampir menjadi pemicu peperangan di antara kabilah-kabilah yang ada di Kota Makkah.

Semoga Ritual Fatimah selalu menjadi teladan, menjadi guru dalam kehidupan sosial bermasyarakat para perempuan-perempuan Matasiri di tengah tantangan jaman yang semakin kompleks.

Selasa, 26 Desember 2023