Roadshow Perdana di UNPATTI, Gubernur Maluku Dukung Penuh Gerakan 1000 Startup Digital 2021

    0
    333

    TABAOS.ID,- Untuk pertama kalinya, Maluku, khususnya Kota Ambon dan sekitarnya, dilibatkan dalam gerakan 1000 Startup Digital. Adapun Universitas Pattimura menjadi salah satu mitra untuk merealisasi gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

    Gerakan yang sudah berlangsung sejak tahun 2016 ini bertujuan untuk menumbuhkan minat generasi muda menjadi entrepreneur, dan melibatkan semua pihak untuk dapat mengakselerasi skala bisnis dan ekosistem digital lebih cepat, apalagi dalam masa pandemi Covid-19.

    Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto  M.Eng yang merupakan Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo RI mengungkapkan, Gerakan 1000 Startup adalah upaya bahu-membahu oleh penggerak ekosistem startup di seluruh Indonesia, Kominfo memfasilitasi agar tumbuh dan berkembang para Teknopreneur di seluruh Indonesia, dimulai dari universitas, komunitas, dan juga para penggerak startup.

    “Upaya kami adalah untuk mengkoneksikan agar para pencetus teknopreneur ini dapat memiliki ruang saling berbagi mendapatkan informasi dan masukan dari para mentor, para mentor adalah mereka yang telah berhasil mendirikan usaha tersebut.

    “Kita harus membangun startup digital sebagai upaya memecahkan masalah, sehingga diharapkan mahasiswa yang kelak lulus dari perguruan tinggi bukan sebagai pencari kerja tetapi sebagai pembangun solusi dan pencipta lapangan kerja, khususnya di Ambon.” terangnya saat virtual berlangsung, Jumat (23/07).

    Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pattimura Prof. M.J Saptenno, mengapresiasi sosialisasi gerakan 1000 Startup Digital di Universitas Pattimura dalam bentuk webinar, apalagi gerakan ini sejalan dengan kepentingan universitas dalam menyiapkan lulusan siap kerja.

    “Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi terus mendorong agar 80 persen lulusan universitas dalam kurun waktu 6 bulan setelah lulus harus mampu memperoleh pekerjaan. Kadang-kadang pengertian ‘kerja’ bagi para lulusan ini adalah bekerja di sektor swasta maupun pemerintahan, walaupun dengan upah yang tidak terlalu besar”, urai Sapteno.

    Padahal menurutnya, kalau kita melihat menjadi startup adalah suatu aktivitas yang bisa menumbuhkan inovasi-inovasi serta kreativitas dan mendatangkan keuntungan, dan ini yang harus digagas dan dikembangkan kedepan.

    Dikatakan, kedepan pihaknya akan berupaya agar mahasiswa maupun alumni diberdayakan agar timbul kesadaran dan pemahaman bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk mendapatkan peluang kerja, sekaligus sebagai bentuk implementasi ‘Merdeka Belajar – Kampus Merdeka’ melalui diperlukan sinergitas semua pihak.

    Berkaitan dengan kegiatan ini, Gubernur Maluku, Murad Ismail yang hadir membuka kegiatan mengungkapkan, sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas terlaksananya gerakan 1000 Startup Digital di Maluku, khususnya Kota Ambon dan sekitarnya.

    “Lebih dari satu tahun akibat Pandemi Covid 19, sehingga berbagai aktivitas dilakukan secara virtual, akan tetapi dibalik kesulitan ini ternyata ada harapan atau hikmah yang dipetik, salah satunya peluang bagi tumbuh dan berkembangnya startup digital yang memanfaatkan majunya teknologi informasi,” ungkapnya.

    Selain itu kata Gubernur, hadirnya inovator lewat berbagai startup digital, tentu dapat berkontribusi bagi upaya bersama khususnya pemerintah dalam meningkatkan jumlah pengusaha di tanah air yang masih relatif sedikit. 

    “Ada sejumlah kebutuhan obyektif yang mendorong perlu ditingkatkannya jumlah wirausaha atau inovator muda. Antara lain, tantangan dan kondisi persaingan pasar bebas yang memerlukan kemampuan daya saing di berbagai sektor, bukan hanya mampu memanfaatkan pasar domestik tetapi mampu berekspansi ke negara lain”, jelas Gubernur.

    Selain itu katanya, dengan hadir wirausaha muda, diharapkan dapat memaksimalkan pengelolaan potensi daerah sehingga mampu menyerap lapangan pekerjaan. Berikutnya, wirausaha muda perlu diperbanyak dalam menyikapi Bonus Demografi yang di dapat Indonesia sejak 2020 lalu, hingga 2030 nanti.

    “Dalam masa bonus demografi, jumlah penduduk usia produktif yakni 15-64 tahun akan mencapai 70 persen, sisanya 30 persen usia yang tidak produktif, jika bonus ini tidak diantisipasi maka yang terjadi justru bencana, bukan berkah”, jelas mantan Kakor Brimob itu.

    Dirinya mengapresiasi dan mendukung penuh upaya Kementrian Kominfo RI melalui Program 1000 Startup Digital yang mendorong anak muda agar dapat mengelola platform digital bidang agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik dan maritime.

    “Pemerintah Provinsi Maluku mendukung program atau gerakan ini sekaligus mengharapkan agar Mahasiswa dapat memanfaatkan peluang melalui program ini, karena dengan startup digital, peluang usaha akan akan lebih terbuka lebar bahkan dapat menjangkau mancanegara tanpa harus membuka toko atau lapak.” jelas Gubernur.

    Pada saat yang sama Regional Project Officers 1000 Startup Digital, M. Ikhsan Tualeka yang juga Founder IndoEast Network didampingi Elviliana Y. Watopa, menjelaskan overview dan rencana serta tahapan pelaksanaan Gerakan 1000 Startup Digital kepada peserta webinar.

    “Saat ini kita berada pada tahapan Ignition, berupa seminar online untuk memberikan pemahaman dari para pelaku dan regulator industri startup. Berikutnya akan ada tahapan Networking untuk memfasilitasi peserta saling berjejaring di daerahnya masing-masing”, jelas Ikhsan

    Setelah itu jelas Ikhsan, akan ada tahapan Workshop di mana akan dilakukan pembekalan teknis dan non-teknis dalam membangun startup dari ide hingga launching. Setelah itu akan masuk pada tahapan Hacksprint, yaitu peserta punya kesempatan brainstorming dan eksekusi ide, hingga menjadi produk prototype dengan metode design sprint. 

    “Selanjutnya peserta terpilih akan ada pada tahapan Bootcamp yang menjadi tahapan penting, karena peserta mendapatkan feedback untuk hasil validasi MVP dari para mentor di bidang produk, UX, dan bisnis. Kemudian masuk pada tahapan Incubation yaitu akselerasi 1 key metric utama melalui one on one mentoring dengan dedicated mentor”, urai Ikhsan.

    Webinar ini menghadirkan tiga narasumber, diantaranya Dr. R.A Aisah Asnawi SE, M.Si, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, yang menekankan perlunya perubahan paradigma mahasiswa agar bisa memulai mengembangkan startup digital.

    Narasumber lainnya adalah Febe Binnendyk dan Raymond Unmehopa, keduanya adalah founder Pigi Pasar, startup digital berbasis di Kota Ambon. Mereka membagikan pengalaman bagaimana hingga bisa memulai mengembangkan startup digital.

    (TIM)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here