Suara Milenial: Dua Tahun MI Membawa Perubahan yang Signifikan Terhadap Pembangunan di Maluku

0
585

“Baru dua tahun memimpin saja, sudah tak terhitung berapa kali jumlah menteri yang datang ke Maluku untuk meninjau langsung berbagai program pembangunan yang sedang dibangun maupun yang lagi dicanangkan.”

Oleh: Subhan Nur Patta

Sejak dilantik sebagai Gubernur Maluku pada 24 April 2019 di Istana Negara oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail, SH atau yang biasa disapa dengan sebutan MI – sukses melakukan gebrakan di berbagai sektor guna menjadikan Maluku sebagai daerah yang maju dan berkembang, sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Komitmen mantan Kapolda Maluku yang juga adalah mantan Komandan Korps Brigade Mobil (Brimob) Polisi Republik Indonesia ini sudah terlihat semenjak dirinya pertama kali menyatakan sikap untuk maju bertarung sebagai Calon Gubernur Maluku. Sebagai putra Maluku yang berasal dari tanah Jazirah, MI melihat pembangunan di Maluku masih tertinggal jauh dibandingkan daerah-daerah lain di tanah air.

Menurut MI, ketertinggalan ini sangat bertolak belakang dengan sumber daya alam Maluku yang sangat besar. Mestinya kekayaan alam ini bisa dikelola secara baik dan tertanggungjawab sehingga achievement (pencapaian) pembangunan dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat.

Di awal kepemimpinan dirinya sebagai Gubernur Maluku, MI mulai mengambil langkah-langkah strategis dengan mengundang seluruh Anggota DPR RI dan DPD RI asal Maluku di Senayan bersama dengan Bupati dan Walikota se-Maluku untuk bertemu di Jakarta guna membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Maluku di pusat. 

Murad mengambil positioning yang jarang sekali dilakukan oleh pemimpin-pemimpin lain. Dia menghadirkan sebuah ide baru dengan mengusung tema kepemimpinan yang kolaboratif atau gotong-royong. Dia tanggalkan segala ego pribadi maupun sektoral demi kepentingan masyarakat Maluku yang lebih besar. Tidak ada sekat sedikitpun. Dia libatkan semuanya untuk bersama-sama membangun Maluku.

Menurut MI, kunci penting membangun Maluku adalah persatuan elitnya, baru masyarakatnya. Tidak boleh ada yang memiliki agenda sendiri. Semuanya harus bersatu-padu dalam pembangunan Maluku kedepan. Dan dia sendiri yang memimpin gerakan itu.

Jenderal yang Membangun dengan Hati

Tak banyak pemimpin seperti Murad Ismail di negeri ini. Dia bukan tipe pemimpin yang gila pencitraan yang doyan mengeksploitasi prestasinya untuk kepentingan elektoral menjelang pilgub 2024. 

Bahkan dirinya tak punya ekspektasi untuk maju lagi setiap kali ditanya wartawan perihal persiapan dia untuk berkontestasi di pilgub nanti. Dia hanya menjawab ingin fokus kerja dan ingin menyelesaikan amanah rakyat Maluku yang diembannya pada pilgub 2018 kemarin.

Ditengah gegap-gempita pembangunan yang excellent (luarbiasa), MI sekali lagi tidak mengkapitalisasinya sebagai isu politik. Justru dia menjauhkan diri dari godaan pencitraan layaknya seorang politisi yang ingin kerja-kerja pembangunannya di publish luas agar bisa terhindar dari kritikan publik. 

Sebuah pemandangan yang sangat paradoks. Disaat banyak pemimpin lain yang gembar-gemborkan hasil kerjanya agar terlihat wah di hadapan publik. MI malah mengambil jalan sunyi dan membiarkan semuanya mengalir begitu saja tanpa perlu di setting.

Dirinya tidak pernah takut dikritik oleh siapapun. Bahkan pernah, dirinya mengundang seorang remaja di Kota Ambon bernama Yopi Teterissa bersama orang tuanya untuk makan malam seusai Yopi menuliskan kata-kata tak pantas untuknya di akun Facebooknya. Beliau hanya memberi nasihat layaknya orang tua kepada Yopi, tanpa membawa persoalan itu ke jalur hukum.

Bersungguh-sungguh Membangun Maluku

Semua upaya dilakukannya untuk membangun Maluku. Ia punya power dan jaringan yang kuat di pusat. Pergaulannya yang luas semasa menjabat sebagai Kapolda dan pejabat teras di Mabes Polri membuat dirinya dikenal luas oleh para elit dari berbagai latar belakang. 

Mulai dari kalangan internal kepolisian, politisi, pimpinan partai politik, pengusaha, bahkan para menteri sangat dekat dengannya. Karakternya yang kuat, tegas, santun dan bersahaja menjadi entry point sekaligus modal sosial bagi MI dalam membangun relasi perkawanan dengan siapa saja.

Modal inilah yang menjadi value-added (nilai tambah) bagi MI ketika Ia menjabat sebagai Gubernur Maluku. Lewat jejaring pertemanan ini pula, MI dengan mudah mengkonsolidasikan pembangunan Maluku dari berbagai sektor. Agenda-agenda pembangunan yang selama ini tak terselesaikan diselesaikan olehnya.

Baru dua tahun memimpin saja, sudah tak terhitung berapa kali jumlah menteri yang datang ke Maluku untuk meninjau langsung berbagai program pembangunan yang sedang dibangun maupun yang lagi dicanangkan. Bahkan presiden Joko Widodo juga beberapa kali datang ke Maluku di masa kepemimpinan Murad Ismail.

Meskipun Indonesia dan dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, tapi ikhtiar MI untuk membangun Maluku terus digalakan. Segala upaya dia kerahkan agar pembangunan di Maluku bisa berjalan sebagaimana ekspektasi bersama seluruh masyarakat Maluku. 

Ini sebuah achievement yang patut diberikan apresiasi. Terobosan politik yang gemilang dan political will yang baik dari Murad Ismail membuat kita semakin optimis akan masa depan Maluku. Sebagai bagian dari pemuda dan masyarakat Maluku, kami akan tetap mendukung dan mengawal serta mendoakan agar Murad Ismail dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Penulis adalah Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Maluku Tengah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here