Perempuan ini Menangis Hingga Berguling Saat Ditolak Naik Kapal, Apa Penyebabnya ?

0
602

TABAOS.ID,- Melihat perempuan merengek apalagi perempuan yang umurnya sudah tua menangis dan gelosotan di tanah, hati siapa yang tak iba?

Seorang Ibu di Namlea, Kabupaten Buru, terlihat menangis hingga merengek di dermaga pelabuhan  Namlea, sabtu (12/6/2020).

Dari berbagai komentar, Ibu tersebut menangis lantaran memohon kepada petugas agar Ia bisa berangkat dengan KM Sangiang menuju Sanana untuk melayat ibunya yang meninggal. Peristiwa ini viral setelah seorang netizen memposting sejumlah foto-foto di akun media sosial grup Info Terkini Kota Namlea, 12 juni 2021.

“Tagal seng ada antigen ibu ini seng dapa nae kapal tujuan sanana KM Sangiang. Ibu ini Cuma mau pulang karena ibunya meninggal,” tulis ParielIla pada grup Facebook Terkini Kota Namlea.

Dalam foto yang diunggah ParielIla pada grup Facebook Terkini Kota Namlea terlihat seorang Ibu sementara tersungkur dan gelosotan di tanah sambil menangis. Perempuan tersebut nampak menangis dan memohon agar bisa naik kapal

Postingan dari netizen atas nama Pariella ini mendapat beragam tanggapan dari para netizen pada grup Facebook Terkini Kota Namlea. “Ya Allah di mana hati nurani anda,” tulis Ghilang Wolio. 

Ada juga yang menulis ungkapan do”a. “Ya Allah  e, bukakan pintu hati para pejabat yang memiliki hati jahat kasihanilah rakyat kecil,” tulis Hany Maharany sambil memposting motion menangis.

Begitu pula dengan Idris Lebeharia “Persoalan ini kembali pada hati nurani Bpk/Ibu tim gugus covid-19 dan petugas pelabuhan, seng ada salahnya kiranya bapak/ibu ambil kebijakan untuk memberikan keringanan kepada ibu yang mau berangkat tu.

“Sio Kasiang…coba ABK pikir bae-bae lalu kasnae antua jua dong kaya seng punya hati.. sama sekali ee. Miriss,” tulis Manawa Allang Asaude dengan dilek Ambon yang kental.

Beberapa netizen yang berada di tempat kejadian berkomentar atas peristiwa yang terjadi karena tak punya biaya rapid test antigen.

“Ibu itu uangnya hanya untuk beli tiket saja tapi untuk rapid antigen dia seng ada, saya yang tahu karena saya yang bantu dia di Pelabuhan,” tulis Jayen Asgary dalam komentar grup Facebook Terkini Kota Namlea.

Atas peristiwa ini para netizen menyesal peristiwa yang terjadi karena aturan tidak sama sekali berpihak pada rakyat kecil dan miskin, dan hanya menguntungkan penguasa.

“Coba pejabat pasti lolos tanpa antigen, tapi sayang ibu itu masyarakat kecil, masyarakat miskin sama beta. Jadi bakalan seng lolos, biar ibu menangis bersujud di dong kaki lai, itu suma temple 300 ribu saja lolos,”tulis M Fandy sambil memposting emoticon marah.

“Sangat miris. Kita seperti tak bebas di negeri sendiri, kemerdekaan dikungkung oleh antigen,” tulis Sarbanun Udin. Atas peristiwa tersebut, warga kecewa karena pemerintah setempat tidak memberikan solusi apapun.

“Pemerintah Kabupaten Buru tidak ada solusi sadiki lai masalah ini. Masalahnya ini masalah kepeng, dong tar biking bagini dong tar makan, dong tar pikir berdosa. Kabupaten lain tidak ada kebijakan model bagitu. Semoga dapat hidayah para pemimpin pembuat kebijakan,”kesal akun bernama Sarwan yang menulis di kolom komentar pada grup Facebook Terkini Kota Namlea. 

Postingan atas nama akun ParielIla pada grup Facebook Terkini Kota Namlea itu langsung viral di media sosial. Postingan ini langsung dibagikan sebanyak 453 kali dan dibaca oleh ribuan netizen dengan berbagai tanggapan.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak terkait atau yang berwenang terhadap peristiwa yang terjadi di pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru itu. 

(TCJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here