Suara Milenial: Dua Tahun Kepemimpinan Gubernur Murad Ismail, Terus Kerja Par Maluku Lebe Bae

0
301

“Pemerintah Provinsi Maluku adalah provinsi yang sejauh ini terbaik dalam mendukung berjalannya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini di tanah air.”

Oleh: Viany J Huwae, S.Kom

Dunia lebih dari satu tahun terakhir ini, dibuat terpuruk oleh adanya Pandemi Covid-19, termasuk pula dengan kita yang ada di Maluku. Kondisi yang mau tidak mau mengharuskan kita untuk tetap bertahan dan mengelola kehidupan ini, bagaimanapun caranya. 

Tak sedikit dari kita yang hanya bisa mengeluh dan protes, namun ada pula yang berusaha memaknai keadaan dengan bijak, selalu ingat untuk bersyukur pada Tuhan. Karena yakin bahwa selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, habis gelap sesungguhnya akan terbit terang.

Meski demikian, tak bisa dipungkiri adalah, bahwa pandemi memberikan berbagai dampak pada kehidupan. Mulai dari diri kita sendiri yang harus menjaga jarak dengan orang lain, mengurangi mobilitas, hingga para pelaku usaha kecil dan menengah yang kerap dibatasi waktu usaha atau berjualannya.

Begitu pula dengan tenaga kesehatan (Nakes) yang harus bekerja ekstra dan semaksimal mungkin, karena merupakan garda terdepan. Nakes yang akhirnya kewalahan menghadapi masyarakat yang dalam jumlah cukup banyak terkonfirmasi positif sehingga harus dikarantina, diantaranya —nakes dan masyarakat— hingga meninggal karena Covid-19. 

Situasi menjadi lebih pelik karena di saat seluruh potensi pemerintah dan masyarakat menghadapi pandemi, ada banyak polemik yang juga mengemuka. Ada sebagian masyarakat yang seolah tak percaya dengan pandemi, hingga ada pula masyarakat yang protes terhadap sejumlah kebijakan yang dibuat pemerintah, seperti melalui aksi demonstrasi.

Membuat energi para pemangku kewajiban yang tadinya mau fokus terhadap penanggulangan pandemi, harus tersita untuk meladeni protes warga atau elemen mahasiswa. Terkadang sebagian kita hanya melihat dari satu sisi, padahal menyikapi satu masalah, kita dituntut untuk berusaha melihat sesuatu dari segala sisi, begitupun dari sudut pandang pemerintah.

Hal yang penting agar yang terjadi adalah sinergi dan kolaborasi, bukan sebaliknya perdebatan tak berujung, yang justru mengalihkan fokus bersama dalam menghadapi pandemi. Sesuatu yang patut disayangkan, sebab Negara atau daerah butuh peran serta masyarakat, bukan sekadar menuntut dan berkeluh-kesah.

Gubernur Peduli

Saya secara pribadi, sebagai bagian dari masyarakat, bersyukur karena di tengah pandemi, sejauh ini ini Pemerintah Provinsi Maluku, di bawah komando Irjen Pol (Purn) Murad Ismail menunjukan kepedulian terhadap warga. Hal ini dibuktikan dengan berbagai program dan skema bantuan sosial yang diberikan, bukan hanya untuk masyarakat di Kota Ambon, tapi di kota dan kabupaten lainnya.

Bila disimak dari pemberitaan di media massa yang ada, pemberian bantuan sebagai wujud kepedulian Pemerintah Provinsi bukan hanya saat awal pandemi terjadi, tapi hingga saat ini bantuan masih terus tersalurkan. Ketersediaan makanan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat Maluku menjadi hal utama.

Karena itu pula, Gubernur Murad Ismail mengarahkan jajarannya untuk terus mengoptimalkan bantuan sosial, terutama guna mencukupi kebutuhan sembako seperti beras, minyak telur, terigu dan bahan kebutuhan lainnya. Harapannya upaya ini terus dilakukan dan ditingkatkan, serta dapat menjangkau semua lapisan masyarakat, terutama kalangan yang membutuhkan.

Tidak saja soal sembako. Melonjaknya pasien yang terkonfirmasi Covid-19 pun turut menjadi perhatian penuh dari Gubernur Murad. Seperti dengan mendorong peningkatan dan perbaikan pelayanan, juga dengan langsung melakukan kunjungan ke Rumah Sakit (RS), baik RS pemerintah, swasta maupun RS lapangan yang telah diupayakan sebagai salah satu fasilitas untuk pasien Covid-19.

Selain kunjungan serta himbauan kepada masyarakat untuk selalu dan terus menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun berada. Diberlakukannya PSBB hingga PPKM serta upaya vaksinasi terus-menerus adalah ikhtiar demi mempercepat pemutusan mata-rantai penyebaran Covid-19, agar masyarakat Maluku tetap sehat dan terwujudnya heard immunity.

Begitu pula saat pandemi masih terus berlangsung, masyarakat Maluku yang harus dihadapkan pada bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem, fast respon dari Gubernur kembali terlihat. Dengan meninjau sejumlah jalan, jembatan dan bangunan yang rusak. Tentu pula dengan bantuan serta memastikan langsung pelayanan kesehatan bagi masyarakat korban bencana.

Semua itu tentu menunjukan kepedulian Gubernur Murad Ismail kepada masyarakatnya. Bukan hanya di Kota Ambon yang relatif dekat, namun dengan menempuh perjalanan yang jauh di sejumlah kabupaten kerap dilakukan dengan semangat demi menjangkau masyarakat Maluku yang ada di pelosok.

Tidak sampai di situ, belakangan guna mendorong dan menunjukan perhatian yang besar terhadap Milenial Maluku, Gubernur Murad memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Maluku. Setiap roadshow gerakan ini Sang Gubernur selalu terlibat, atau setidaknya ada representasi Pemerintah Provinsi Maluku.

Roadshow perdana gerakan ini yang diadakan di Universitas Pattimura, 23 Juli 2021 lalu dalam sambutan membuka acara Gubernur Murad mengatakan, “Dibalik kesulitan, terutama akibat pandemi Covid-19 ternyata ada hikmah yang bisa dipetik, salah satunya adalah peluang bagi tumbuh dan berkembangnya Startup Digital yang memanfaatkan majunya teknologi Informasi”.

Gubernur Murad berharap, hadirnya inovator muda lewat berbagai Startup Digital nantinya akan berkontribusi bagi upaya bersama dalam meningkatkan jumlah pengusaha di tanah air yang memang masih relatif sedikit. Dengan Startup Digital peluang usaha terbuka lebar, karena setiap orang dengan mudah dapat memasarkan produk dan layanannya secara online.

Begitu pula dalam kesempatan Roadshow Gerakan 1000 Startup Digital bersama perwakilan Organisasi Kepemudaan Se-Maluku pada 25 Agustus 2021. Gubernur Murad dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa menjadi wirausaha muda atau entrepreneur juga penting untuk bersama-sama menyikapi dan mengantisipasi bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. 

Negara kita, kata Gubernur, memang mendapat bonus Demografi sejak tahun 2020 hingga 2030 nanti. Satu situasi di mana jumlah penduduk dengan umur produktif antara 18 hingga 60 tahun jauh lebih besar, sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.

“Tentu saja ini merupakan suatu berkah. Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan, karena dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Dampak positifnya adalah meningkatkannya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan”, jelas Gubernur.

Namun dirinya mengingatkan Milenial atau pemuda Maluku, bahwa berkah ini bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak diantisipasi dengan baik. Masalah yang paling nyata adalah terkait ketersedian lapangan pekerjaan yang dapat mengakibatkan ledakan angka pengangguran. 

“Ini tentu yang tidak kita inginkan bersama, sehingga berbagai upaya terus dilakukan antara lain dengan mengupayakan para Milenial generasi muda untuk membuat usaha rintisan berbasis digital atau Startup Digital”, harap Gubernur Murad.

Atas dukungan Gubernur Murad Ismail, Kominfo RI melalui Sonny Hendra Sudaryana Koordinator Startup Digital dalam kata sambutan saat roadshow di FKIP Universitas Pattimura mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku adalah provinsi yang sejauh ini terbaik dalam mendukung berjalannya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini di tanah air. Apresiasi yang relevan melihat betapa antusias Gubernur Maluku. Kokreto!

Penulis adalah presenter reporter radio dan aktif di Ikatan Cendekiawan Muda Maluku. Tulisan ini turut menandai dua tahun kepemimpinan Gubernur Murad Ismail

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here