Dua Kotak Literasi di Timur dan Barat

0
390

Oleh: Noviawan Rasyid Ohorella*

Saya tertarik melihat dua upaya atau inisiatif di dua tempat yang berbeda, tapi punya pendekatan dan tujuan yang hampir sama. Keduanya pun sama-sama saya lihat di Instagram.

Pertama adalah Ambon Creative Library yang saya lihat di Instagram Ikhsan Tualeka, Direktur Beta Kreatif, Kotak berwarna merah ini terlihat mencolok dan design-nya berbentuk kotak telepon umum klasik yang ada di London, Inggris. Amcrely ternyata adalah tempat buku yang memang sengaja ditaruh di tempat umum di Kota Ambon, Provinsi Maluku

Berikutnya adalah Kotak Literasi Cerdas, pertama kali saya lihat di Instagram presenter kondang Najwa Sihab. Sama seperti Amcrely, Kotak Literasi Cerdas yang berwarna biru juga adalah sarana untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Sesuatu yang perlu dan penting untuk dilakukan di era yang semakin terkoneksi seiring majunya teknologi informasi.

Kedua kotak yang mencoba memporak-porandakan kemalasan membaca dan menjadikan anak bangsa sebagai generasi melek baca. Inisiatif yang perlu ditindaklanjuti oleh berbagai elemen masyarakat.

Tapi yang menjadi pertanyaan publik adalah, sudahkah hal ini menjadi sebuah prioritas? Pertanyaan yang relevan, mengingat para pemangku kewajiban masih sibuk dengan hal-hal yang belum subtansial, dan yang tak berhubungan langsung dengan kepentingan publik.

Literasi terus digaungkan, namun hanya segelintir anak bangsa yang ingin berbuat lebih dan fokus bagaimana meningkatkan esensi serta implementasi dalam bidang ini. Karena literasi adalah fundamental, jika ingin masyarakat maju dan berjaya.

Maluku boleh bangga dengan perpustakaan kreatif yang bernama Amcrely, namun apakah generasi muda di Ambon sudah mengunjunginya, atau jangan-jangan belum tahu sama sekali lokasinya? Please, jangan terlalu terfokus dengan suasana dan hiruk-pikuk politik jelang April 2019. Kita asah dan tingkatkan terus kapastitas diri dengan banyak membaca, fasilitas yang sudah ada dimanfaatkan dengan optimal.

Baca Juga  Penyitaan Sopi, Minimnya Daya Inovasi Dan Kreativitas Para Power Holder

Apalagi kalau dirunut, Amcrely lebih dulu ada, ketimbang Kotak Literasi Cerdas di Provinsi Jawa Barat. Sayangnya sekalipun sudah ada sejak awal November 2018, hanya baru ada satu buah di Gong Perdamaian, Ambon. Sedangkan di Jawa Barat yang baru diadakan Desember 2018, sudah langsung diduplikasi di 27 kabupaten dan kota, dan di-launching serentak.

Amcrely juga punya konsep yang lebih luas, karena sebenarnya dirancang pula untuk tempat pengembangan kreativitas, pertunjukan musik, stand up comedy, ramah terhadap pengguna media sosial yang mau bikin foto bagus dan lainnya. Ini yang sebenarnya perlu menjadi perhatian pemerintah setempat, khususnya di Kota Ambon.

Artinya sebagai yang mengawali, Maluku, khususnya Kota Ambon mestinya lebih maju dan progresif, inisiatif masyarakat yang dilakukan oleh Beta Kreatif perlu disambut dengan hangat, karena dengan begitu bukan saja budaya literasi yang dikembangkan, namun juga kreativitas anak-anak muda menemukan wadahnya yang tepat.

Publik di Maluku tentu sangat berharap itu, tapi akankah terjadi, mari kita nantikan bersama sejauh mana sensitivitas dan responsibility para pejabat atau pemangku kewajiban. Semoga ada jalan.

*Penulis adalah Pegiat Literasi, tulisan ini diambil dari laman Facebook-nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here