Kolaborasi dengan MBO, Boi Akih Asal Belanda Kembali Konser di Ambon

0
311

TABAOS.ID,- Menggandeng Molucca Bamboowind Orchestra (MBO), dan musisi I Made Subandi, Boi Akih yang merupakan duo musik jazz dunia asal Amsterdam, Belanda, akan menggelar konser musik perpaduan Eropa, Maluku dan Bali selama tiga hari di Dusun Tuni, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku.

Konser musik bertajuk From and To Infinity II akan diselenggarakan pada 4 Maret dan berada di RT 002/005, dan konser kedua pada 7 Maret akan berlokasi di Sekolah Dasar (SD) Tuni 004/005, serta konser ketiga akan berlangsung pada 11 Maret di markas MBO.

“Kami dari Boi Akih yakni saya, Niels Brouwer (Komposer), dan Roon (sound), ada juga I Made Subandi dari Bali,” ujar vokalis Boi Akih, Monica Akihary, kepada wartawan di Dusun Tuni, Senin (28/02/22).

Menurut Monica, beberapa lagu yang dibawakan ada juga yang menggunakan bahasa daerah Haruku, bahasa Tanah (Maluku), dan bahasa Inggris, serta akan ada improvisasi puisi yang akan dibawakan oleh sastrawan Maluku Calvin Papilaya.

Penampilan kali ini, tambah Niels Brouwer, akan mereka buat lebih bagus dari penampilan pertama juga di Dusun Tuni tahun 2019 lalu.

“Komposisi baru, tapi inspirasinya masih sama,” terangnya.

Sementara itu, pendiri sekaligus konduktor MBO, Rence Alfons, menuturkan Tuni menjadi pilihan tempat digelarnya konser musik okestra, sebab merupakan salah satu daerah berbasis musik yang ditetapkan oleh Wali Kota Ambon.

“Konser kembali kita laksanakan di Desa Tuni karena berdasarkan SK Wali Kota Ambon, Tuni merupakan dusun tujuan wisata berbasis muasik. Selain itu dampak ekonomi juga akan dirasakan masyarakat setempat,” tuturnya.

Dia katakan, materi konser akan dimainkan secara berbeda. Tanggal 4 Maret pihak Boi Akih, MBO akan main sendiri-sendiri.

“Sedangkan di tanggal 7, Boi Akih dan Bli Subandi main dengan 10 sekolah ploting, dan tanggal 11 akan berkolaborasi,” jelasnya.

Kelompok musik MBO, tambah Rence, akan mengerahkan sebanyak 26 musisi yang berstatus pelajar.

“Mulai dari anak-anak SMP, sampai dengan perguruan tinggi. Jadi MBO ada 26 tim dari SMP sampai kuliah, Boi Akih ada 3, ditambah dengan Bli Subandi dari Bali,” paparnya.

Sementara itu, I Made Subandi, menuturkan bahwa selama kurang lebih 10 tahun berkolaborasi dengan Boi Akih, dirinya mendapat banyak pengalaman dan pelajaran berharga.

Menurut dia, musik itu sentuhan rasa. Berkolaborasi hampir 10 tahun dengan Boi Akih, Bli Subandi mendapat inspirasi dan membuatnya banyak belajar.

“Banyak orang mampu menguasai teknik. Namun sisi lain keunikan musik itu sendiri belum tentu semua orang bisa atau sama,” terangnya.

Dia menyebutkan, teknik banyak, namun unik itu belum tentu. Yang dirinya temukan dengan Boi Akih ini karena uniknya, dan dia banyak belajar di sini.

Reporter: Citizen   
Editor: Redakasi