Menelisik Jejak Karier Richard Louhenapessy, Upulatu Kota Ambon di Usia 66 Tahun

0
1610
Foto: Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

“Kini lelaki ini sudah memasuki usia ke 66 tahun, dan masih menjadi sosok yang cukup disegani. Dia mampu membawa Kota Ambon diakui dunia international sebagai kota berkarakter musik atau City of Music, termasuk sejumlah pengakuan dunia international untuk Kota Ambon, karena kepiawaiannya.”

Catatan: Edison Waas

Richard Louhenapessy, yang adalah Walikota Ambon dua periode yang juga dikenal dengan sebutan Upulatu Kota Ambon kini menginjak usia yang ke 66 tahun tepatnya pada tanggal 20 April 2021.

Perjalanan panjang sebagai sosok yang cukup disegani dan humoris namun tetap mengedepankan disiplin dan selalu berpikir kritis adalah modal hingga dirinya mampu mengukir sejarah di Kota Ambon bahkan menjadi orang nomor satu di Kota Ambon.

Louhenapessy atau yang akrab disapa Om Ris atau Pak Ris memulai langkahnya menyusuri bebagai dinamika panjang karier politik. Om Ris semasa kecil menghabiskan waktu sekolahnya menggenakan seragam Sekolah Dasar pada Sekolah Kristen Urimessing, (1967).

Kemudian pada tingkatan Sekolah Menengah Pertama Om Ris bersekolah di Sekolah Kristen Urimessing (1970). Selanjutnya Sekolah Menengah Atas Xaverius (1973) dan berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Pattmura (1985).

Usai masa pendidikan formal, Lelaki berkumis tebal tersebut selanjutnya mengukir sejarah pada sejumlah pendidikan informal yakni pernah mengikuti Penataran Tingkat Provinsi Angkatan II ditahun 1979 dan mengikuti Penataran Kewaspadaan Nasional bagi Pemuda Angkatan IV (1989).

Berikutnya Orientasi Pendalaman Bidang Tugas DPRD (1994), termasuk dalam Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintahan Daerah, Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi pada LEMHANAS RI (2007) Seminar, Lokakarya dan Symposium Tingkat Nasional (2007).

Selain itu, riwayat organisasi intra kampus pernah dipegangnya saat menjadi Mahasiswa Hukum Unpatti, tercatat Ia pernah duduk sebagai Anggota Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Unpatti (1976—1977),Sekretaris Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Unpatti (1977—1978), Anggota BKK (Badan Koordinasi Kemahasiswaan) Unpatti (1978—1980).

Baca Juga  Setelah PSBB, Kota Ambon Terapkan PSBB Transisi Selama 2 Minggu

Sementara pada organisasi mahasiswa ekstra kampus tercatat Om Ris pernah duduk sebagai, Sekretaris GMKI Komisariat Fakultas Hukum Unpatti (1975—1976), Sekretaris BP GMKI Cabang Ambon (1977—1978) serta Sekretaris Regional PP GMKI Maluku dan Papua (1980—1983).

Pada organisasi pemuda Om Ris tercatat sebagai Anggota AM GPM Dakota Ambon Cabang Silo, Wakil Ketua DPD KNPI Provinsi Maluku (1986—1989), Sekretaris DPD KNPI Provinsi Maluku (1989—1992) dan Ketua DPD KNPI Provinsi Maluku, (1992—1995).

Begitu pula pada organisasi kemasyarakatan Om Ris juga pernah menjabat Wakil Ketua DEPIDAR SOKSI XXIV Provinsi Maluku XXIV (1998—2003), Wakil Ketua DEPIDAR SOKSI XXIV Provinsi Maluku XXIV (2003-2008), Ketua Harian DEPIDAR SOKSI XXIV Provinsi Maluku (2008—).

Selain itu, dalam organisasi Partai Politik sosok yang murah senyum ini pernah menjadi Ketua Bagian Pemuda DPD II Partai GOLKAR Kota Ambon (1988—1992), Anggota Biro Pemuda DPD I Partai GOLKAR Provinsi Maluku (1992—1997), Wakil Ketua DPD I Partai GOLKAR Provinsi Maluku (1999—2004), Ketua Dewan Penasehat Partai GOLKAR Provinsi Maluku (2004-2009).

Tidak berhenti sampai disitu, karena berlanjut sebagai Wakil Ketua DPD Partai GOLKAR Provinsi Maluku (2009—2020), Ketua DPD Partai GOLKAR Kota Ambon (2016—2021), Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai GOLKAR Maluku, Posisi terakhirnya dalam karir politik adalah Walikota Ambon 2 Periode.

Kini lelaki ini sudah memasuki usia ke 66 tahun, dan masih menjadi sosok yang cukup disegani serta dihormati. Dia mampu membawa Kota Ambon diakui dunia international sebagai kota berkarakter musik atau City of Music, termasuk sejumlah pengakuan dunia international untuk Kota Ambon, karena kepiawaiannya.

Penulis adalah Jurnalis tabaos.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here