Nelayan Negeri Makariki, Maluku Tengah Tewas Diterkam Buaya

0
271
Foto : Potongan Kaki kanan Korban tewas diterkam buaya yang ditemukan warga di pesisir Sungai Ruata, Negeri Makariki, Kamis (7/7/2019)

TABAOS.ID,- Jonias Makaweru (37) warga  kawasan SMK 1 Amahai,  Negeri Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ditemukan tewas mengenaskan  di muara Sungai Ruata, sekira  pukul 12.00 WIT,  Kamis (7/2/2019).

Informasi yang diperoleh tabaos.id dari Istri korban, Petrosina Hekilawa (29), Pada hari Rabu tanggal 6 Februari 2019 sekira pukul 20.00 WIT, Korban  Jonias Makaweru alias Ojon keluar dari rumahnya dengan tujuan ke muara sungai Ruata untuk membuang jala penangkap ikan.

“Suami saya,  biasanya pergi buang jala penangkap ikan paling lama 2  sampai 3 jam sudah selesai dan kembali kerumah, namun sampai dengan keesokan harinya pada hari Kamis tanggal 7 Februari 2019 korban tak kunjung pulang ke rumah”Ungkap Petrosina

Kuatir dengan kondisi suaminya, istri korban sudah berusaha untuk mencari korban ditempat penangkapan ikan namun tidak menemukan korban.

Selanjutnya sekitar pukul 10.00 WIT,  istri korban  Petrosina Hekilawa melaporkan ke Pemerintah Negeri Makariki bahwa suaminya Jonias Makaweru alias Ojon belum pulang kerumah dari melakukan penangkapan ikan / jala ikan.

Mendapat laporan istri korban, Pemerintah Negeri langsung mengumumkan peristiwa kepada masyarakat untuk membatu bersama-sama melakukan pencarian di tempat lokasi penangkapan ikan yg sering dilakukan oleh korban.

Upaya pencarian korban membuahkan hasil, alhasil korban ditemukan di pesisir muara sebelah kanan sungai ruata.

Upaya pencarian Korban JM di muara sungai Ruata, Makariki oleh keluarga dan Warga Negeri Makariki, Kamis (7/7/2019)

Menurut Kepala Seksi  Wilayah 2 Masohi BKSDA Maluku, Meity Pattipawaej  dalam rilisnya mengatakan Sekitar pukul 12.00 WIT kamis siang (7/2/2019),  saksi Renhard Titihalawa bersama Nikson Philipus melakukan pencarian korban. 

“ketika para saksi berjalan di pesisir muara sebelah kanan Kali Ruata, mereka menemukan potongan tubuh korban berupa kaki sebelah kanan, kemudian mereka menyampaikan kepada masyarakat lainnya yang sementara itu melakukan pencarian korban,”tutur Meity

Baca Juga  TABAOS.ID, Portal Berita Berbasis Citizen Journalism

Lanjut meity , setelah mengetahui korban telah ditemukan masyarakat langsung beramai-ramai ke lokasi dan langsung mengevakuasi korban.

“ Masyarakat setempat langsung mengevakuasi potongan tubuh korban tersebut menuju ke rumah korban dan langsung dimakamkam keluarga. Diduga korban meninggal karena dimangsa buaya karena menurut masyarakat Negeri Makariki bahwa dimuara suangai Ruata banyak terdapat buaya,” ungkap Meity

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malteng, AKP Syahrul Awab saat dikonfirmasi tabaos.id mengatakan, kuat dugaan Jonias tewas dimangsa buaya, setelah warga menemukan potongan kaki kanan korban yang mengapung di muara Sungai Ruata.

“Iya, setelah warga seharian mencari korban, ditemukan bagian kaki kanan pada Kamis siang pukul 12.00. Sedang bagian tubuh lain belum ditemukan. Dan pihak keluarga sudah memastikan jenazah itu adalah Jonias,”jelasnya.

Hingga kini,Kantor Wilayah 2 Masohi BKSDA Maluku dibantu Polisi Perairan Polres Maluku Tengah, melakukan penyisiran dan pencarian sisa potongan tubuh korban di Sungai Ruata.

Warga dibantu Petugas BKSDA melakukan pencarian sisa tubuh korban di Rungai Ruata

Nelayan Kabupaten Tanimbar tewas diterkam Buaya

Kejadian buaya yang menerkam warga tidak saja terjadi di Makariki, Kabupaten Maluku Tengah, ironisnya peristiwa yang sama juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tepatnya di desa Atabul Dol, Kamis  Pagi (7/7/2019)

Kepala SKW III Saumlaki, Johan Nendisa kepada wartawan mengatakan kronologis kejadian yang  menewaskan Adamalik Batalata, nelayan Desa Atabua Dol, bermula saat  korban bersama dua orang  nelayan  lainnya, rabu malam  pergi melaut  di perairan desa  Atabul Dol, namun 1 diantara ketiga orang tersebut, terkena musibah diduga di gigit oleh buaya di dalam laut.

” Pada saat mencari ikan posisi mereka bertiga tidak berdekatan,  namun ketika kedua teman korban itu mau ajak pulang karena air sudah mulai pasang, mereka berdua mencari-cari dia dan mereka menemukan korban sudah digigit oleh buaya di dalam air dan kedua temannya mencoba menyelamatkan korban memanah buaya tersebut,”Kata Nendisa.

Baca Juga  Calon Haji Provinsi Maluku Dilepas Gubernur, Tiga Gagal Berangkat

Menurut Nendisa, dari keterangan saksi setelah dilepaskan hewan mamalia tersebut, korban langsung dinaikan kedalam perahu, namun sayangnya nyawa korban tak bisa diselamatkan lagi dan meninggal dunia.

Kedua temannya mengantarkan korban pulang ke rumah  dan melaporkan peristiwa tersebut ke Kepala Desa Atubul Dol sekitar jam 04.30, Kamis dini hari. Jenazah korban langsung disemayamkan di rumah duka  korban dan di makamkan sekitar pukul  16.00.WIT,  kamis sore.

Peristiwa ini menambah daftar korban warga di Maluku yang ditemukan tewas akibat diterkam oleh hewan mamalia tersebut.

Pihak BKSDA Provinsi Maluku menghimbau agar warga yang melaut maupun melakukan liburan di pantai agar tetap waspada dan berhati-hati. (T05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here