Soal Video Viral Gubernur Bentak Wanita, Ini Cerita Sejumlah Saksi di TKP Desa Passo

0
11411

TABAOS.ID, – Viral di Media sosial (Medsos) seorang wanita dimarahi  dan dibentak oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail saat bersama dengan rombongan Presiden, sontak rekaman video tersebut menghebohkan jagad dunia maya.

Video tersebut, kemudian dikomentari beragam oleh warganet, ada yang mengkritisi tindakan Gubernur Maluku yang dirasa kurang tepat dilakukan pada seorang wanita, hingga memberi klarifikasi terkait dengan isi video tersebut.

Ema Silooy, seorang saksi mata membenarkan peristiwa itu. Ema Silooy merupakan warga Desa Passo. Saat kejadian ia berada di sekitar lokasi.

Kepada redaksi tabaos.id lewat pesan singkat Kamis (06/05/21), Ema menceritakan kejadian tersebut terjadi di tahun 2020 tepatnya di area Desa Passo. Dimana saat itu Gubernur Maluku memarahi seorang wanita yang diduga berasal protokol istana.

Gubenur, kata Ema dicegah olehnya. Ia bahkan, lanjut warga desa passo ini menghalangi mobil gubernur bersama sang istri yang saat itu beriringan bersama rombongan Presiden Joko Widodo.

“Protokol perempuan ini gimana ya, dia su (sudah) keterlaluan, kalau menurut beta (saya) sih, Masa dia larang mobil pejabat daerah termasuk mobil pak Murad waktu itu seng boleh masuk dalam konvoi yang terdekat dengan rombongan pak Presiden. Disitu ada menteri-menteri, Paspampres tahan mobil-mobil, itu termasuk mobil Pak Murad”, jelas Ema.

Menurut Ema, sikap yang ditunjukan dari wanita tersebut terkesan memojokan dan tidak menghargai pejabat daerah sekelas Gubernur Maluku yang saat itu ingin ikut bersama dengan rombongan Presiden. Apalagi sampai menggedor-gedor mobil Gubernur.

“Parampuang (perempuan) itu protokol istana lapis deng Paspamres laki-laki juga ikut-ikutan halangi, kalo lihat parampuang itu hati sakit lai, dia lebay, dia mungkin seng (tidak) tahu kalo Pak Murad itu Gubernur dan jenderal bintang 2 kapa. Murad turun lalu bala (marah) dia deng paspampres yang laki-laki jua ciut (ketakutan),” ungkap Ema lebih lanjut.

Baca Juga  Gubernur Ungkap Perkembangan Kasus Covid-19 Saat Rakorsus Bersama Kemenko Polhukam

Delsy Muskita, seorang jurnalis media online di Ambon turut membenarkan hal tersebut. Delsy bersama rekan  jurnalis lainnya salah satu wartawan ikut bersama rombongan Presiden. Ia menceritakan insiden setahun lalu. Kemarahan Gubernur, menurutnya ada sebab akibat. Ia saat itu marah kepada seorang wanita yang merupakan protokol istana Presiden.

“Saat Ibu Widya masih ada didalam mobil ikut iring-iringan Presiden, itu protokol istana yang perempuan gedor-gedor kaca suruh mobil mundur ke belakang. Memang dari awal dia sudah ngatur-ngatur suruh mobil gubernur dan rombongan itu harus dari belakang,  sedangkan beliau itu kan pejabat daerah masa suruh beliau ikut dari belakang, dia kan nanti yang dampingi presiden saat kunjungan ke daerah,”ujar Delsy saat dihubungi redaksi tabaos.id, Kamis (6/05/21).

“Jadi waktu sampai di Passo dia tinggal gedor-gedor mobil Ibu Widya, sedangkan bapak gubernur sudah lolos dan lanjutkan perjalanan bersama rombongan presiden, karena pak gubernur liat masih rame-rame dibelakang bapak langsung bale (balik) kasih tinggal presiden lalu ibu kasih tahu kalau sih wanita ini gedor-gedor pintu dan jendela mobil suruh pindah dan terkesan tidak sopan, karena mendengar hal tersebut , bapak langsung marah dan menegor protokoler istana tersebut,”tambahnya.

Video tersebut beredar luas di media sosial sehingga menimbulkan tanggapan miring kepada Gubernur Maluku. Sekertaris Daereh Maluku, Kasrul Selang angkat bicara.

Kepada awak media, Sekda mengungkapkan video tersebut adalah video lama pasca kunjungan Presiden RI Jokowidodo ke Masyarakat yang terdampak gempa di Maluku.

Dijelaskan Sekda, saat itu rombongan presiden hendak ke Darusalam untuk melihat korban gempa. Ditengah jalan mobil orang nomor satu itu berhenti karena ingin menyapa para Warga yang ada ditepi jalan.

Baca Juga  Alami Patah Kemudi, 8 Penumpang KM. Aru Indah Nyaris Tenggelam

Ketika itu, mobil gubernur masih ada dibelakang dan dihalang-halangi sehingga terjadi salah paham dan terjadi perdebatan dengan seorang wanita dari protokol kepresidenan.

“Ibu itu bukan masyarakat yang ada disitu, tapi Ia adalah seorang protokol istana,” kata  Kasrul usai membuka launching pelepasan sembako peduli Maluku Tahun 2021 di halaman parkir kantor Gubernur Maluku Kamis (6/05/21).

Ia berharap, agar masyarakat lebih bijak bersosial media agar tidak merespon dengan hal negatif, karena sudut pandang yang berbeda dan tidak seperti yang terjadi sebenarnya.

“Jadi saya tegaskan lagi, yang dimarahi saat itu bukanlah masyarakat melainkan wanita yang merupakan prtokol kepresidenan yang tidak menghargai Gubernur kita,” tandasnya.

(T-07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here