Pemuda Maluku Dalam Tantangan Pembangunan

0
238

“Catatan ini ditulis saat dalam perjalanan laut antara Tanimbar dan Maluku Barat Daya. Bahwa ada tantangan besar dalam pembangunan Maluku. Tantangan yang harus dihadapi dengan keunggulan kolektif.”

Oleh: Ikhsan Tualeka

Realitas eksisting Maluku merupakan suatu tantangan yang besar dalam pembangunan. Ini bisa dilihat dari kondisi alam, sejarah dan sosial masyarakat-nya. 

Sejarah mencatat bahwa provinsi seribu pulau ini adalah sasaran utama para penjajah. Mereka datang silih berganti selama hampir empat abad hanya untuk mengeruk hasil alam Maluku.

Sebagai daerah kepulauan yang terdiri dari ratusan pulau kecil dan puluhan pulau besar membutuhkan energi besar untuk menjangkaunya. Antar satu pulau dengan pulau lainnya sarat dengan tantangan alam. 

Terdapat arus dan gelombang besar dalam mengarunginya. Seperti Laut Aru dan Laut Banda sebagai lautan terdalam di dunia, merupakan tantangan sekaligus ancaman besar. Butuh energi besar untuk menaklukkannya.

Di Pulau Seram yang ‘menyeramkan’ dalam pandangan sejumlah ahli, menyimpan misteri dan keanekaragaman hayati yang tak ternilai harganya. Gunung dan pegunungan, menyimpan sumber daya mineral yang besar, baik yang sudah terdeteksi maupun belum. 

Berbagai plasma nutfah sebagai sumber kalori dan energi maupun obat-obatan, menunggu riset-riset unggulan untuk mengeksplorasinya. Demi kemakmuran masyarakat Maluku. 

Di banyak daerah di Maluku tersimpan kekayaan sumber daya alam yang tak ternilai harganya. Butuh manajemen sumber daya alam yang mumpuni untuk pengelolaannya. 

Ini adalah fakta dan sejarah yang mendorong bangsa-bangsa asing menaklukkan Maluku. Mengapa bukan daerah-daerah lain di dunia yang ditaklukkan, mengapa para penjajah melirik Maluku. 

Fakta dan sejarah ini yang tampaknya kurang direnungkan oleh orang Maluku. Membuat sebahagian kita sibuk pada hal-hal yang remeh-temeh, tak memiliki kedalaman analisis dan prediksi masa depan yang relevan.

Konflik sosial yang pernah melanda, serta dampak sosialnya yang sampai saat ini masih mengganjal. Merupakan indikator bahwa tantangan dan ancaman yang dihadapi dalam pembangunan Maluku. 

Saat ini, angka kemiskinan di Maluku masih tinggi, angka buta huruf juga tinggi, derajat kesehatan masyarakat masih rendah, ini bisa dilihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian penduduk. 

Belum lagi soal rendahnya kualitas lingkungan karena persoalan sampah, penebangan hutan hingga penggunaan zat berbahaya pada sejumlah penambangan liar. Menjadi penting untuk diatasi dan disikapi.

Persoalan krusial lain yang dihadapi Maluku saat ini adalah pengangguran karena rendahnya angkatan kerja. Kondisi yang diperburuk oleh masih minimnya investasi. Sekalipun upaya menarik investasi sudah dilakukan, namun nampaknya sejumlah investor masih berpikir jauh untuk berinvestasi di Maluku. 

Persoalan lain yang dihadapi saat ini adalah masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Maluku. Rendahnya PAD karena masih perlu peningkatan kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam maupun aset-aset yang ada di Maluku. 

Tantangan lain yang dihadapi dalam pembangunan Maluku adalah karakteristik masyarakat Maluku. Kebanyakan masyarakat Maluku memiliki ego yang tinggi. Ego ini antara lain merupakan hasil interaksi budaya penjajah dan kondisi alam laut dan pulau-pulau membuat masyarakat ini berperilaku keras, dan tidak mudah mengalah.

Sering ditemui sekelompok masyarakat Maluku memiliki kecerdasan bagus karena banyak mengkonsumsi ikan yang mengandung lemak omega tiga. Namun karena kualitas pendidikan yang belum meningkat juga keenakan dengan hasil alam membuat sebagian masyarakat belum memiliki kecerdasan sosial dan kecerdasan personal yang baik. 

Masih sering terjadi konflik antar negeri, maupun antar kelompok pemuda memberikan indikasi kuat bahwa sebagian masyarakat mudah dihasut dan diprovokasi. Lagi-lagi akibat masih kurangnya kecerdasan sosial dan kecerdasan personal.

Melihat kondisi Maluku seperti itu, dibutuhkan tenaga-tenaga muda untuk menaklukkannya. Dengan ancaman dan tantangan yang besar ini, serta dikaitkan dengan kebijakan otonomi daerah, ditambah tantangan dan ancaman era globalisasi maka tidak mudah mengelola Maluku. 

Diperlukan tenaga muda yang produktif untuk menggarap potensi Maluku yang melimpah-ruah dengan manajemen yang baik. Dengan begitu, semua faktor internal Maluku, baik faktor fisik, psikis dan sosial dapat terkelola.

Pemuda lebih bergairah, agresif, kreatif, inovatif dengan semangat pantang menyerah. Tenaga muda akan mampu menaklukkan tantangan-tantangan fisik di Maluku. 

Pemuda dalam melaksanakan aktifitas, akan mampu berhari-hari di darat dan mengarungi lautan yang menghubungkan berbagai pulau di Maluku. Juga dalam menghadapi ancaman alam seperti arus maupun gelombang. 

Pemuda memiliki kecerdasan mengakses informasi dan keterampilan menggunakan teknologi digital. Dengan itu pemuda akan mampu mengelola dampak atau akibat dari cepatnya mainstream perubahan global yang berpengaruh terhadap pembangunan Maluku.

Karena bagaimanapun, dengan perkembangan dan perubahan informasi begitu cepat seperti saat ini. Ibarat denyut nadi, denyutnya semakin kuat dan sulit diimbangi oleh denyut nadi tua. 

Banyak pelajaran yang patut disimak dalam gejolak manusia setiap hari. Misalnya sering ditemukan denyut nadi tua terkapar dan kalah melawan denyut nadi muda, karena hasrat besar tapi tenaga kurang.

Pemuda memiliki jiwa rela berkorban. Sejarah telah mencatat bahwa dalam setiap era pergerakan nasional, pemuda yang selalu tampil menyelamatkan bangsa dan negara dari keterpurukan. 

Dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Maluku saat ini. Maka pemuda diharapkan berperan memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Maluku.

Pattimura-Pattimura muda, adalah kepahlawanan baru di era milenial ini. Di dalam kondisi Maluku yang perlu pembenahan sana-sini, dibutuhkan Pattimura muda yang tampil sidepan untuk meninggikan harkat dan martabat masyarakat Maluku.

Ambon, 28 Mei 2015

Baca Juga  Inklusif, Cegah Indonesia Menjadi Negara Gagal

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here