Reuni Alumni 1997 SMAN Pelauw, Baksos Tanam Pohon dan Bersih Pantai

0
329

TABAOS.ID,- Reuni Angkatan 1997 SMAN Pelauw ditandai dengan mengadakan bakti sosial (baksos). Baksos dipusatkan di Pulau Pombo dengan menanam pohon dan bersihkan pantai dari sampah plastik (05/05/2022).

Reuni di tahun 2022 ini mengangkat tema: “one for all, all for one”, yang diharapkan menjadi spirit bersama untuk terus menjaga kesolidan, persahabatan dan persaudaraan diantara sesama alumni.

Kegiatan ini dilakukan untuk menandai 25 tahun kelulusan. Selain bersilaturahmi dan mengenang memori saat sama-sama masih bersekolah, juga menjadi momentum menjaga dan melestarikan alam.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Reuni Akbar Angkatan 1997 SMAN Pelauw, Ibrahim Tualeka saat menyampaikan laporan panitia. Dirinya berharap reuni tidak saja sekadar seremonial tapi juga memberikan manfaat.

Semetara dalam kata sambutan mewakili alumni perempuan Okky Latuamury berharap rekan-rekannya, terutama sesama perempuan untuk terus berusaha yang terbaik untuk kemajuan anak-anak.

“Indikator kesuksesan kita sesungguhnya tergantung bagaimana kita semua dapat mensukseskan anak-anak kita, dan posisi ibu atau perempuan menjadi sangat sentral atau penting”, ujar dosen Universitas Pattimura itu.

Dirinya juga berharap alumni 1997 bisa saling mendukung sesuai kapasitas masing-masing. “Apapun kapasitas yang dimiliki, tentu akan bisa saling mendukung dan menopang”, ujar Okky.

Kata sambutan mewakili alumni laki-laki, Akbar Salampessy lebih menekankan pada upaya kemauan bersama untuk memperbaiki kualitas hidup. Menurutnya masa depan anak-anak harus lebih baik dari generasi orang tuanya.

“Kita semua adalah orang tua bagi generasi setelah kita, dan menjadi tanggungjawab bersama agar anak-anak kita ada dalam pencapaian yang lebih baik atau lebih maju dari generasi sebelumnya”, ujar pengusaha muda tersebut.

Sedangkan Iptu Julkisno Kaisupy Kapolsek Pulau Haruku yang juga merupakan sesama lulusan SMA 1997, meski bukan dari SMAN Pelauw juga turut diundang dan didapuk untuk menyampaikan kata sambutan.

Sesuai kapasitasnya, Kaisupy berharap rekan-rekannya dapat turut membantu menjaga kamtibmas di Pulau Haruku. Antara lain dengan mau bersama-sama mencegah peredaran dan konsumsi minuman tradisional Sopi secara berlebihan dan tidak pada tempatnya.

“Salah satu pemicu tindakan kriminal, bahkan konflik antar kampung adalah karena konsumsi miras secara berlebihan di kalangan masyarakat. Ini harus menjadi catatan bersama terutama alumni 1997 yang rata-rata adalah generasi yang saat ini dominan di setiap negeri atau desanya”, ujar Kaisupy.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon. Perwakilan Alumni SMAN 1997 SMAN Pelauw Ikhsan Tualeka, Okky Latuamury, Akbar Salampessy serta Julkisno Kaisupy dan didampingi rekan-rekan alumni lainya menanam sejumlah anakan pohon kelapa.

Selain penanaman pohon, bersih-bersih pantai dari sampah plastik juga dilakukan. Pulau Pombo memang menjadi destinasi wisata yang bagus, tapi sayangnya dipenuhi sampah, terutama sampah plastik.

Reuni perak Alumni 1997 SMAN Pelauw juga menyepakati nama untuk mengidentifikasi angkatan mereka. Dalam musyawarah penuh kekeluargaan, disepakati FOREVER 1997 sebagai nama yang akan disematkan dalam setiap aktivitas alumni yang lulus SMA jelang jatuhnya rezim Orde Baru tersebut.

Repoter: Citizen Jurnalist   
Editor: M. Hamdani