Upaya dan Tips Meningkatkan Minat Baca Pada Anak-Anak 

0
502
Penulis bersama anak-anak di Sekolah RASA (Foto: Ist)

“Buku bagi anak harus jadi teman bercerita, buku bagi anak harus jadi teman melepas lelah usai belajar.”

Oleh: Cantika Muhrim

Ada beberapa hal baru yang saya pelajari akhir-akhir ini terkait minat baca. Membaca merupakan salah satu cara belajar efektif, karena buku menuangkan banyak sekali pengetahuan baru yang bisa kita peroleh.

Saya sendiri menyenangi beberapa buku bacaan sejak kecil. Namun untuk dapat membaca secara konsisten, tidak semua orang “berminat”.

Membaca membutuhkan ketekunan. Kita harus menyukai baca, baru bisa konsisten membaca.

pengadaan perpustakaan di wadah belajar, pengadaan buku bacaan merupakan langkah yg baik dalam meningkatkan minat baca.

Sekali lagi “meningkatkan” minat baca. Tapi cara membuat anak-anak memiliki “minat “, itu dulu yang penting.

Kemampuan guru bereksplorasi dengan anak dan menjadikan buku sarana menyenangkan itu mempengaruhi minat baca anak.

Anak anak dibiasakan dengan buku sejak belum mengenal huruf merupakan salah satu cara efektif menemukan “minat” baca ini.

Itu terlihat pada Rara dan beberapa murid lain di Sekolah Binaan yang saya rintis (Sekolah RASA; Rumah Belajar Atap Sagu).

Meskipun anak anak masih belajar membaca, buku yang tersedia tidak boleh sampai berdebu di rak buku.

Anak anak yang masih belajar alphabet, lepas belajar harus diarahkan untuk mencari buku buku favorit mereka di rak, walaupun sekedar untuk dilihat lihat lembarannya.

Jadi yang dibangun adalah rasa cinta anak terhadap buku dulu. Sehingga, anak anak ketika membaca buku maka yang terbayang dalam isi kepalanya adalah “menyenangkan”.

Buku bagi anak harus jadi teman bercerita, buku bagi anak harus jadi teman melepas lelah usai belajar.

Di sekolah RASA anak anak dibolehkan tidak mengikuti kelas belajar dengan syarat harus membaca buku.

Baca Juga  Mewujudkan Desa Sehat: Upaya Mensejahterakan Masyarakat di Desa

Saya ingin berbagi cerita tentang aktivitas Pembelajaran di Sekolah Binaan.

Suatu kali Alwi, seorang murid binaan datang ke walang belajar, tapi ia tidak ingin belajar. Maka ia memilih untuk membaca buku.

Anak anak diberi kebebasan mengeksplorasi diri namun tetap menjadikan buku bagian dari diri mereka bahkan ketika malas mengikuti kelas.

Tidak sebatas sampai disitu, Setelah minat baca itu terbentuk, kegiatan membaca mulai dimasukan dalam proses belajar.

Ini terlihat pada diri beberapa anak yang sudah mulai pintar mengeja kalimat. Mereka selalu mencari buku sekedar melancarkan ejaannya.

Membaca kalimat demi kalimat dengan tertatih bahkan sampai keringatan. Memang, belum sampai ke tahap memahami bacaan, tapi menyukai baca sudah langkah awal yang baik. Membaca sama dengan “menyenangkan”

Penulis adalah pegiat literasi, aktif di Moluccas Democratization Watch (MDW)