Polnam Dipuji Wagub Mampu Ciptakan SDM Unggul, di Luar Kampus Mahasiswa PDD Malteng Ditelantarkan

0
124

TABAOS.ID, – Wakil Gubernur Maluku Barnabas Natanhiel Orno saat menghadiri acara Wisuda ke-XVI Politeknik Negeri Ambon Tahun 2021 yang diselenggarakan di halaman depan kampus tersebut pada , Rabu, (29/12/2021) menegaskan bahwa Poltek Ambon merupakan perguruan tinggi yang mampu menciptakan pioneer SDM yang unggul. 

Harapannya civitas akademika Politeknik Negeri Ambon dapat terus berbenah dalam meningkatkan profesionalisme, dan mengembangkan mutu program pendidikan yang telah ada,  berinovasi dan melakukan berbagai penelitian dan terobosan ilmiah yang bermanfaat bagi pembangunan masyarakat bangsa dan negara.

“Sebagai perguruan tinggi vokasi di Maluku, Politeknik Negeri Ambon tetap menjadi pioner dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Olehnya itu, Politeknik Negeri Ambon hendaknya terus memiliki kematangan dan wawasan luas serta berkarya untuk menghasilkan lulusan yang penuh dedikasi bagi pasar kerja di masyarakat,” harap Wagub.

Dijelaskan juga, wisuda merupakan salah satu momentum strategis yang mencerminkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di sebuah perguruan tinggi. 

Akan tetapi, hal tersebut hendaknya tidak dijadikan sebagai acara rutin yang bersifat seremonial semata, tetapi juga melakukan refleksi terhadap seluruh proses penyelenggaraan pendidikan sehingga kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan.

“Apalagi kita sadari saat ini, kita semua sedang menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang tidak mudah secara ekonomi politik hukum dan sosial budaya,” jelasnya. 

Menurutnya, secara sosiologis masyarakat Maluku semakin terbuka dan dinamis. Tingkat kompetisi di pasar kerja bagi lulusan perguruan tinggi juga akan semakin ketat di era pasar bebas. Sementara itu, akibat pandemi Covid-19, telah terjadi perlambatan ekonomi yang berdampak luas terhadap semua segi kehidupan masyarakat.

“Itulah sebabnya, saya berharap setiap lulusan perguruan tinggi dapat terus belajar menambah pengetahuan dan wawasan hingga dapat membaktikan dirinya dalam membangun masyarakat,” ujar Wagub. 

Atas dasar itu, Wagub terus memberi dorongan agar Politeknik Negeri Ambon terus maju dalam pengelolaan perguruan tinggi bermutu. Dengan begitu, Politeknik Negeri Ambon tidak ada pilihan bila semua program studi wajib melaksanakan dan mengimplementasikan kurikulum. 

Tujuannya untuk memberikan kebebasan bagi mahasiswa menentukan pilihan kuliah di dalam program studi dan diluar program studi dalam perguruan tinggi dan atau antar perguruan tinggi serta di masyarakat.

“Sementara bagi dosen, dapat meningkatkan reputasi profesionalisme dosen untuk membimbing para mahasiswanya menghasilkan karya ilmiah yang memiliki manfaat akademik,” tandasnya. 

Wagub berpesan, ilmu yang telah diperoleh para wisudawan-wisudawati hanyalah sebagian dari apa yang diperoleh dalam hidup. Banyak hal lain di luar sana yang dapat membuat seseorang sukses. Kehidupan pekerjaan di luar penuh kompetisi. 

Karena itu, mereka sebaiknya menunjukkan nilai kehidupan di masyarakat seperti integritas, kejujuran, komitmen, disiplin dan rendah hati serta menjaga integritas diri agar tidak mudah dieksploitasi oleh pihak lain.

“Seluruh ilmu pengetahuan pada bidang masing-masing telah kalian peroleh selama masa studi. Namun demikian, di depan sana masih diperlukan produsen intelektual agar dapat menggunakan ilmu pengetahuan untuk mengkaji dan memecahkan masalah pembangunan ekonomi sosial dan kemasyarakatan,” pesan Wagub. 

Sayangnya perkataan orang nomor dua di Maluku tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada.

Pasalnya puluhan mashasiswa Politeknik asal Program Studi di luar Domisili (PDD) Kabupen Maluku Tengah (Malteng) malah ditelantarkan, dan dicegat untuk menyampaikan aspirasi mereka karena dua tahun menyelesaikan studi mereka tidak diikutkan untuk diwisudahkan.  

Menurut salah satu mahasiswa, saat dilakukan pertemuan awal beberapa waktu lalu dijanjikan akan melakukan proses wisudah pada april 2022, dan akan ditindaklanjuti dengan melakukan penandatangan kesepakatan. 

Sayangnya janji itu gugur begitu saja, sehingga dua angkatan di program studi luar domisili yang dibiayai oleh anggaran Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah tidak diwisudahkan. 

(T-03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here