Murad Ismail: Pasar Bebas, Potensi Daerah dan Bonus Demografi Wajibkan Startup Digital

0
247

TABAOS.ID,- Roadshow perdana Gerakan 1000 Startup Digital di Maluku, khususnya Kota Ambon dibuka langsung oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail dan menghadirkan sejumlah narasumber (23/7).

Adalah Universitas Pattimura Ambon sebagai institusi yang mengawali. Rektor, para civitas akademika, dan ratusan mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan yang diadakan secara virtual itu.

Gubernur dalam kata sambutan sebelum membuka acara secara resmi menyatakan, lebih dari satu tahun, dunia, termasuk Maluku harus melewati masa-masa sulit akibat Pandemi Covid-19. Mengakibatkan berbagai aktivitas atau kegiatan, terutama dalam melakukan pertemuan, audiensi, seminar hingga perkuliahan harus berjalan secara virtual atau online.

“Kita semua terpaksa atau dipaksa untuk lebih sering berada di rumah, demi kesehatan dan keselamatan kita bersama keluarga, juga untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19. Walaupun situasi ini tidak mudah, tapi harus kita jalani, sambil berdoa semoga pandemi ini segera berakhir,” harapnya.

Akan tetapi menurut Murad, di balik kesulitan ini, ternyata ada harapan atau hikmah yang bisa kita petik, salah satunya adalah peluang bagi tumbuh dan berkembangnya startup digital yang memanfaatkan majunya teknologi informasi. 

“Di banyak tempat muncul anak-anak muda, kaum milenial dengan berbagai terobosan dan inovasi berbasis digital, sebagai solusi atas berbagai kendala yang dihadapi bangsa ini,” jelas Gubernur.

Menurutnya, dengan hadirnya inovator lewat berbagai start digital tentu pula dapat berkontribusi bagi upaya bersama, khususnya pemerintah, dalam meningkatkan jumlah pengusaha di tanah air, yang memang masih relatif sedikit. 

Terkait hal tersebut di atas, Gubernur menyampaikan, pemerintah berkepentingan untuk terus meningkatkan jumlah wirausaha atau inovator muda, dikarenakan sejumlah  realitas atau kebutuhan objektif.

“Pertama, kondisi persaingan pasar bebas. Sesuatu yang tak bisa dipungkiri, era pasar bebas saat ini memerlukan kemampuan daya saing di berbagai sektor. Salah satunya adalah lahir dan tumbuhnya para pengusaha atau wirausaha muda, yang tidak hanya mampu memanfaatkan pasar domestik, tapi juga mampu melakukan ekspansi ke negara lain,” ungkap purnawirawan polisi bintang dua ini.

Diungkapkannya, dengan berlakunya pasar bebas seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah berlaku efektif sejak Desember 2015 lalu. Negara anggota ASEAN telah meleburkan batas teritori dalam sebuah pasar bebas. Sehingga menyatukan pasar setiap negara dalam kawasan ASEAN menjadi pasar tunggal.

“Kedua, memaksimalkan pengelolaan potensi daerah. Dengan semakin meningkatnya jumlah pengusaha, yang bergerak mengelola potensi daerah, tentunya berbagai potensi yang sebelumnya cenderung diabaikan, dapat terkelola dengan optimal”, urai Gubernur.

Dikatakan, bertambahnya jumlah wirausaha juga dapat mengubah kebiasaan bangsa kita, yang sebelumnya dikenal sebagai eksportir bahan baku produksi atau raw material, menjadi bangsa yang mampu memproduksi barang jadi. Sehingga rantai produksi lebih panjang, dan mampu menyerap lebih banyak lapangan pekerjaan.

Ketiga, dalam menyikapi bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. Negara kita mendapat bonus sejak tahun 2020 hingga 2030 nanti. Satu situasi di mana jumlah penduduk dengan umur produktif jauh lebih besar, sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak”, beber Gubernur.

Tentu saja kata Gubernur, realitas ini merupakan suatu berkah. Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan, karena dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Implikasinya adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

“Dengan demikian permasalahan pembangunan sumber daya manusia mesti menjadi fokus perhatian kita, agar jangan sampai bonus demografi justru jadi bencana dan membebani negara karena masalah yang mendasar, yakni rendahnya kualitas sumber daya manusia,” harap Gubernur.

Ditambahkan, salah satu upaya penting yang digulirkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI adalah melalui Program 1000 Startup Digital. Merupakan ikhtiar pemerintah dalam mendorong anak-anak muda, agar mau mencari dan menemukan platform digital yang dapat dikelola dan dikembangkan sebagai startup digital. 

“Hal ini selain dapat menjadi solusi berbagai persoalan di masyarakat, juga memungkinkan semakin banyak wirausaha muda dihasilkan, dan tentu saja akan pula mengurangi angka pengangguran usia produktif. Potensi sumber daya alam pun dapat dikelola lebih optimal”, tegasnya.

Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik dan mendukung program ini dijalankan di Maluku. “Saya sebagai Gubernur berharap adik-adik Milenial, termasuk di Universitas Pattimura dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik. Karena seperti saya sampaikan di awal sambutan ini, startup digital memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang dengan pesat, seiring makin majunya teknologi informasi,” dukung Gubernur.

(TIM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here